Sri Mulyani dan Bos BI Sebut Ekspor 2019 Banyak Hambatan

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 07:10 WIB
Sri Mulyani dan Bos BI Sebut Ekspor 2019 Banyak Hambatan Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja ekspor tahun ini akan mendapatkan banyak tantangan. Tantangan datang dari perdagangan global yang diprediksi melemah.

Pelemahan tersebut mereka perkirakan akan membebani kinerja ekspor. Selain faktor tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tantangan ekspor juga akan datang dari pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksi hanya akan sebesar 3,7 persen atau lebih rendah dari tahun lalu yang masih bisa mencapai 3,9 persen.

Sedangkan, perdagangan dunia diperkirakan akan tumbuh 4 persen dari sebelumnya 4,2 persen. "Yang tidak pasti di 2019 adalah ekspor dan impor, karena perdagangan global mengalami pelemahan," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Rabu (16/1).


Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan pelemahan pertumbuhan global dipicu perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, seperti; Amerika Serikat (AS) yang diramal hanya tumbuh 2,3 persen dari sebelumnya 2,9 persen dan China yang diyakini hanya tumbuh 6,4 persen atau turun dari tahun lalu yang 6,6 persen.


"Kami perlu upaya ekstra bagaimana mendorong ekspor di tengah permintaan global yang turun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Faktor lain yang mereka sebut juga akan memberikan masalah pada kinerja ekspor adalah harga komoditas. Sri Mulyani mengatakan lesunya pertumbuhan global akan membuat harga komoditas melemah.

"Ini adalah suatu yang perlu kami waspadai, namun kami harapkan ini tetap stabil karena beberapa sektor dalam ekonomi kita tergantung dari komoditas," jelasnya.

Perry mengatakan harga sejumlah komoditas, seperti; produk tembaga, batu bara, dan aluminium sebenarnya baik. Sedangkan tekanan diperkirakan hanya akan dialami kelapa sawit (CPO). Namun, perbaikan harga komoditas tersebut diperkirakan tidak akan terjadi tahun ini.

Ia juga memperkirakan, tahun ini harga komoditas akan terpuruk. "Tahun ini tampaknya hampir semua harga komoditas turun dan ini lagi-lagi menjadi tantangan kita untuk dorong ekspor," ujar Perry.



(ulf/agt)