SKK Migas Bidik 13 Proyek Mulai Produksi Tahun Ini

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 12:47 WIB
SKK Migas Bidik 13 Proyek Mulai Produksi Tahun Ini SKK Migas menargetkan 13 proyek bakal berproduksi (on stream) tahun ini. Total investasi proyek-proyek tersebut mencapai US$702 juta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan 13 proyek bakal berproduksi (on stream) tahun ini. Total nilai investasinya mencapai US$702 juta. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya 6 proyek dengan total investasi sekitar US$345 juta.

"Tiga belas proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi sebesar 8.600 barel (minyak) per hari (bph) dan gas 1,3 miliar kaki kubik per hari," ujar Dwi Soetjipto dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (16/12)

Peningkatan produksi itu berarti bagi Indonesia, mengingat produksi siap jual (lifting) migas tahun lalu hanya mencapai 96 persen dari target. Sementara, untuk tahun ini, SKK Migas menargetkan lifting bisa mencapai 2,25 juta barel setara minyak per hari (boepd) yang terdiri dari lifting minyak bumi sebesar 775 ribu bph dan target lifting gas bumi sebesar 1,25 juta boepd.


Dwi merinci, pada kuartal pertama akan ada dua proyek yang akan beroperasi. Pertama, Proyek Kompleks Betara oleh Petrochina International Jabung Ltd dengan estimasi produksi puncak gas 12 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan kedua proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 oleh Kangean Energy Indonesia Ltd dengan estimasi produksi puncak gas mencapai 200 mmscfd.

Pada kuartal kedua, terdapat tiga proyek yang akan berproduksi, yaitu proyek Ario Damar-Sriwijaya Phase 2 oleh PT Tropik Energi Pandan dengan perkiraan produksi puncak gas 20 mmscfd, proyek pengaliran gas Temalat ke Gunung Kembang Selatan oleh PT Medco E&P Indonesia dengan perkiraan produksi puncak gas 10 mmscfd, dan proyek Bukit Tua Phase-3 oleh Petronas Carigali Ketapang II Ltd dengan perkiraan produksi puncak gas 31,5 mmscfd.

Selanjutnya, pada kuartal ketiga, terdapat empat proyek yang ditargetkan mulai berproduksi, yaitu Proyek Full Well Stream Kedung Keris oleh Exxon Mobil Cepu Ltd dengan estimasi produksi puncak minyak 3.800 bph, Buntal-5 oleh Medco E&P Natuna Ltd dengan estimasi produksi puncak gas 45 mmscfd, Bison-Iguana-Gajah Putri oleh Premiere Oil Natuna Sea BV estimasi produksi puncak gas 163 mmscfd dan proyek Suban Compression oleh ConocoPhilips (Grissik) Ltd estimasi produksi puncak gas 780 mmscfd.


Pada periode Oktober-Desember, terdapat empat proyek yang akan mulai menghasilkan migas, yaitu proyek Pemasangan Kompresor Betung oleh PT Pertamina EP dengan estimasi produksi puncak gas 15 mmscfd, proyek Bayan Gas Production Facilities oleh Manhattan Kalimantan Investment Pte Ltd dengan estimasi produksi puncak gas 15 mmscfd dan minyak 250 bph, proyek YY oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) dengan estimasi produksi puncak minyak 4.605 bph dan 25,5 mmscfd, dan terakhir, proyek Mellwis oleh Santos (Madura Offshore) Pty Ltd dengan estimasi produksi puncak gas 20 mmscfd.

Sementara, tahun ini, empat proyek strategis nasional belum bisa berproduksi. Keempatnya, yaitu Proyek Tangguh Train 3 yang ditargetkan berproduksi pada 2020, Proyek Jambaran Tiung Biru yang ditargetkan pada 2021, Proyek Indonesia Deep Water (IDD) yang ditargetkan pada 2024, dan Proyek Abadi yang ditargetkan pada 2027.


Namun, proyek-proyek tersebut tetap menjadi prioritas untuk dikerjakan. "Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pencapaian tahapan empat proyek strategis nasional menjadi salah satu indikator kunci kinerja SKK Migas di tahun 2019," imbuh dia.

Adapun target SKK Migas untuk investasi hulu migas tahun ini mencapai US$14,79 miliar dengan target pengembalian biaya operasi (cost recovery) sebesar US$10,22 miliar. Angka itu meningkat 23,25 persen dari realisasi tahun lalu yang hanya sebesar US$12 miliar.

Menurut Dwi, melesetnya target investasi tahun lalu disebabkan oleh kendala yang ditemui di lapangan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) misalnya penyesuaian desain proyek di tengah jalan maupun kendala teknis lain.


(sfr/bir)