Inalum Tegaskan Tak Ada Gadai Aset Beli Freeport

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 15:13 WIB
Inalum Tegaskan Tak Ada Gadai Aset Beli Freeport Tambang Freeport. (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia Orias Petrus Moedak menyatakan pembelian saham perusahaan itu oleh Pemerintah Indonesia melalui obligasi, lebih kompetitif dibandingkan dengan jenis pembiayaan lainnya.

Selain itu, Orias menuturkan, tak ada aset atau saham PT Indonesia Alumunium (Persero), maupun anak usahanya, yang digadaikan saat merilis obligasi senilai US$4 miliar itu. Sekitar US$3,85 atau Rp55 triliun digunakan untuk pembayaran saham PT Freeport dan sisanya untuk pembiayaan kembali.

"Sekarang seluruh dunia percaya. Jangan takut bahwa kita enggak bisa bayar. Yang enggak bisa bayar siapa?" kata Orias yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Inalum, dalam diskusi beberapa waktu lalu.



Obligasi Inalum sendiri terdiri dari dari empat seri dengan dengan tenor tersingkat 3 tahun dan paling lama 30 tahun dengan tingkat kupon rata-rata sebesar 5,9 persen. Dalam keterangannya, Inalum menyatakan penerbitan obligasi lebih kompetitif dan stabil dibandingkan dengan pinjaman dari sindikasi perbankan asing. Jika lewat perbankan, katanya, akan ada risiko suku bunga yang dapat melonjak.

Perusahaan itu juga menjelaskan mengapa tak mengambil pembiayaan dari dalam negeri dalam pembelian saham PT Freeport. Salah satunya, kata Inalum, adalah karena perusahaan tidak ingin ada uang yang keluar dari Indonesia dan mengakibatkan terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah.


Setelah melakukan pembayaran, Inalum mencatatkan kepemilikan saham Freeport Indonesia di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Setelah itu, Kementerian BUMN akan menemani Inalum untuk membawa dokumen Kementerian Hukum dan HAM kepada Indonesia ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bukti bahwa IUPK bisa diterbitkan.

Diketahui, transaksi divestasi saham Freeport rampung pada akhir Desember. Usai transaksi, RI resmi menggenggam 51,2 persen saham Freeport Indonesia. Sementara, 48 persen sisanya masih dipegang Freeport McMoran, perusahaan tambang yang berbasis di Amerika Serikat. (asa/asa)