BI Periksa Dokumen Kerja Sama CIMB Niaga dengan WeChat Pay

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 05:50 WIB
BI Periksa Dokumen Kerja Sama CIMB Niaga dengan WeChat Pay Ilustrasi. (CNN Indonesia/Lavinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyatakan tengah memeriksa seluruh dokumen kerja sama antara PT CIMB Niaga Tbk dengan WeChat Pay, perusahaan di bidang dompet digital asal China. Keduanya memang diketahui sudah sepakat bekerja sama agar transaksi pembayaran WeChat Pay di Indonesia bisa menggunakan mesin EDC CIMB Niaga.

Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan bank sentral nasional sudah menerima seluruh dokumen dari masing-masing pihak yang terlibat dalam kerja sama ini. "Dokumen CIMB Niaga sudah masuk ke kami. Kami akan lihat dan tahap selanjutnya, yaitu (memeriksa) teknis di sistem penyelenggaraan. Kami cek agar cukup aman untuk konsumen," ucap Sugeng di Kompleks Gedung BI, Kamis (17/1).

Meski begitu, Sugeng belum bisa memastikan kapan perizinan resmi dari BI bisa segera dikantongi oleh kedua pihak. Namun, saat proses pemeriksaan dokumen, BI meminta agar kegiatan transaksi pembayaran yang menggunakan WeChat Pay ditiadakan dulu.


"Kalau ada pemberitaan mengenai WeChat Pay dan Alipay tetap beroperasi tanpa kerja sama, itu jelas melanggar peraturan BI dan kami sudah panggil keduanya. Sudah kami peringatkan, kami awasi, dan monitor," katanya.


Di sisi lain, WeChat Pay sejatinya turut menjalin kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Namun, BI mengaku belum menerima dokumen kerja sama dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

Begitu pula dengan kerja sama antara dompet digital asal China lainnya, Alipay dengan PT Bank Central Asia Tbk atau BCA dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Menurut Sugeng, ketiga pihak juga belum menyampaikan dokumen kerja sama.

"BCA-BRI dengan Alipay masih dalam proses kelengkapan dokumen," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengaku kerja sama perseroan dengan WeChat Pay memang masih menggantung. Ini terjadi karena BNI menunggu pembentukan perusahaan teknologi di bidang jasa keuangan (financial technology/fintech) yang akan dibentuk antar anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).


Sementara Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadja mengatakan bank swasta terbesar di Indonesia itu masih menghitung potensi keuntungan dari kerja sama yang ditawarkan oleh Alipay. BCA masih perlu waktu untuk menindaklanjuti proses kerja sama itu.

"Sedang kami pelajari, kalau bisa menarik turis dari China bertransaksi, mungkin lumayan merchant discount-nya," jelasnya.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan perseroan sudah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Namun, masih banyak hal yang perlu dipersiapkan bank untuk menyempurnakan rencana kerja sama dengan Alipay.

"Tapi belum (piloting), karena masih banyak yang harus diselesaikan, termasuk soal perizinan," pungkasnya.

(uli/agt)