Aksi Ambil Untung Pasar akan Tekan Pergerakan IHSG

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 06:16 WIB
Aksi Ambil Untung Pasar akan Tekan Pergerakan IHSG Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi pindah ke zona merah pekan ini. Aksi jual pelaku pasar di pasar reguler guna mengeruk untung diperkirakan akan menjadi sentimen penekan pergerakan IHSG.

Namun demikian, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial mengatakan potensi pelemahan IHSG bersifat terbatas atau terbilang masih wajar. Untuk itu, IHSG masih akan betah di area 6.000.

"Ada potensi koreksi sehat dulu nanti sebelum naik lagi sampai akhir Januari 2019," ucap Janson kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/1).



Diketahui, IHSG terus menembus rekor terbarunya pada tahun ini. Pada Jumat (18/1) kemarin, IHSG naik 0,37 persen atau 24,37 poin ke level 6.448. Pelaku pasar asing juga tak berhenti mengalirkan investasinya di pasar saham.

Secara fundamental, kata Janson, IHSG masih memiliki sentimen positif pekan ini dari penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), potensi kenaikan suku bunga The Fed yang hanya satu sampai dua kali, dan perang dagang AS dengan China yang menuju ke arah perdamaian.

"Sentimen pekan ini masih sama, jadi masih didorong perundingan perang dagang AS dan China lalu juga The Fed," jelas Janson.

Menurut Janson, IHSG pekan ini berpeluang terkoreksi ke area 6.250-6.300. Pasca terkoreksi, indeks diramalkan kembali bangkit (rebound) dan bergerak positif di level 6.400-6.450 sampai akhir Januari 2019.

Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Di sisi lain, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan aliran dana asing (capital inflow) masih akan menopang pergerakan IHSG. Maka itu, peluang penguatan untuk indeks masih terbuka lebar mengingat asing tak berhenti menanamkan dananya ke pasar saham.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pelaku pasar asing tercatat beli bersih pada akhir pekan lalu sebesar Rp928,38 miliar. Sementara, sejak awal tahun hingga Jumat kemarin jumlahnya mencapai Rp10,43 triliun.

"Pergerakan IHSG menunjukkan pola tren kenaikan yang cukup kuat dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang," tutur William.

William memprediksi IHSG tembus level 6.500 hari ini. Tepatnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.226 dan resistance 6.542.

(aud/agt)