Otoritas Bandara Akui Jumlah Penumpang Pesawat Turun

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 14:06 WIB
Otoritas Bandara Akui Jumlah Penumpang Pesawat Turun Ilustrasi bandara. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas bandara mengakui terjadi penurunan jumlah penumpang pesawat sejak awal tahun ini. Penurunan penumpang, diduga antara lain, akibat kenaikan harga tiket pesawat.

Vice President Corporate Communications AP II Yado Yarismano mengaku terjadi penurunan jumlah penumpang di beberapa bandara yang dikelola oleh perseroan. Ada indikasi penurunan penumpang akibat harga tiket, meski tetap perlu dikaji faktor lainnya.

Yado juga mengaku belum memiliki data detail terkait penurunan penumpang pesawat di bandara yang dikelola perusahaan. Sat ini, AP II mengelola 13 bandara seperti Bandara Kuala Namu, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Silangit, hingga Bandara Halim Perdana Kusuma.


Hingga akhir 2018, AP 2 melayani 115 juta penumpang atau naik 9,5 persen dari posisi 2017 sebanyak 105 juta penumpang.

"Tetapi, jika kami pantau, saat ini jumlah pergerakannya sudah mulai naik kembali," jelas Yado kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/1).

Hal serupa disampaikan PT Angkasa Pura I (Persero). Sekretaris Perusahaan AP I Handy Heryudhitiawan menyampaikan penurunan jumlah pengunjung di seluruh bandara kelolaan perusahaan. Saat ini, AP I mengelola 13 bandara di Jawa bagian timur dan Indonesia bagian tengah seperti Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, hingga Bandara Internasional Lombok.


Meski demikian menurutnya, penurunan ini sebagian besar disebabkan karena masa puncak liburan (peak season) yang telah berakhir. Secara tren, penumpang pesawat terbang memang melandai sejak Januari hingga Maret.

"Jadi beberapa faktornya menurut kami menjadi penyebab adalah masa liburan yang telah habis, berkurangnya perjalanan bisnis, dan naiknya rata-rata harga tiket pesawat," jelas Handy.

Hanya saja, penurunan penumpang trbilanag bervariasi antar bandara. Ia mencontohkan Bandara Inetrnasional Ngurah Rai di Bali, di mana penurunannya relatif lebih kecil dibanding bandara lainnya.

Kendati demikian, ia belum bisa memberikan data detail penumpang. Ia mengatakan, jumlah penumpang secara pasti masih dihitung oleh perseroan.

"Dalam periode saat ini memang terjadi penurunan operasi pesawat dan jumlah pengunjung di kami namun saat ini sedang kami hitung jumlahnya," jelas dia.


Sebelumnya, sebanyak 433 penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru, Riau, dibatalkan. Pembatalan penerbangan terjadi karena jumlah penumpang turun drastis terkendala harga tiket pesawat yang dinilai terlalu mahal.

Berdasarkan data AP II selaku otoritas bandara setempat menyebut ada 212 penerbangan domestik menuju Pekanbaru pada periode 1 - 21 Januari dibatalkan. Pada periode yang sama, 217 penerbangan batal berangkat dari Pekanbaru.

Sementara itu, untuk rute internasional, dari dan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II terdapat empat penerbangan yang dibatalkan.

"Penerbangan yang dibatalkan rata-rata 20 penerbangan per hari," terang Executive General Manager Bandara SSK II Jaya Tahoma Sirait mengutip Antara, Selasa (22/1). (glh/agi)