Dolar menguat bersama mata uang Asia lainnya. India rupee, dan won Korea Selatan masing-masing tercatat menguat 0,35 persen dan 0,1 persen. Sementara itu, yuan China menguat 0,05 persen, peso Filipina dan baht Thailand sama-sama menguat 0,03 persen.
Namun, terdapat mata uang Asia lain yang melemah, seperti ringgit Malaysia 0,01 persen dan yen Jepang 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Diproyeksi Akhiri Pekan di Zona Hijau |
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan ada peluang rupiah melemah pada hari ini sebagai imbas dari pengumuman Bank Sentral Eropa. Semalam, bank sentral Eropa (ECB) mengumumkan untuk menahan suku bunga acuannya dan tentu akan melemahkan nilai euro.
Jika nilai euro melemah, maka hal itu akan menjadi angin segar bagi dolar AS. Ujungnya, itu bisa melemahkan rupiah. Dini sendiri memprediksi dolar ada di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.250 pada hari ini.
Sementara itu, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Arya Wisnubroto mengatakan saat ini belum ada sentimen domestik yang mendongkrak rupiah. Sepanjang minggu ini, pergerakan depresiasi dan apresiasi rupiah terbilang tipis.
"Sepertinya hari ini akan ada di range Rp14.115 hingga Rp14.185 per dolar AS," tutur dia. (glh/bir)