Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan posisi rupiah melemah, dari Rp14.212 kemarin menjadi Rp14.221 hari ini.
Kinerja rupiah menjadi yang terbaik kedua di kawasan Asia, setelah yen Jepang yang mencatat penguatan 0,2 persen. Di sisi lain, mata uang Asia justru keok terhadap dolar AS, seperti dolar Hongkong dan baht Thailand yang masing-masing melemah 0,01 persen dan juga dolar Singapura yang melemah 0,1 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, terdapat mata uang Asia lain yang melemah seperti yuan China sebesar 0,13 persen, peso Filipina sebesar 0,19 persen, won Korea sebesar 0,25 persen, dan ringgit Malaysia yang terjerembab sebesar 0,46 persen.
Tak hanya mayoritas negara Asia, mata uang negara-negara maju juga mengalami pelemahan. Nilai tukar euro melemah 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dan rubel Rusia terkapar 7,45 persen.
Lihat juga:Waspada Terseret Perlambatan Ekonomi China |
Menurut dia, beberapa sentimen negatif berasal dari laporan International Monetary Fund yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 3,5 persen dari sebelumnya 3,7 persen. Selain itu, antisipasi atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China harusnya menampar rupiah hari ini.
"Ini sebetulnya agak anomali, karena dibandingkan dengan mata uang utama lain, hari ini justru indeks dolarnya cenderung menguat," jelas Dini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/1).
Dini menambahkan, kondisi fundamental indonesia mungkin masih dianggap stabil, di mana kebijakan BI dengan menaikan suku bunga juga bisa dibilang masih menarik dan jadi sentimen positif untuk rupiah.