Rupiah 'Kinclong' di Tengah Sentimen Negatif Ekonomi Global

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 16:50 WIB
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.220 per dolar AS pada perdagangan Selasa (22/1), menguat 0,05 persen dibanding posisi penutupan kemarin. Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.220 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pasar spot, Selasa sore (22/1). Posisi ini menguat 0,05 persen dibanding posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp14.226 per dolar AS.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan posisi rupiah melemah, dari Rp14.212 kemarin menjadi Rp14.221 hari ini.

Kinerja rupiah menjadi yang terbaik kedua di kawasan Asia, setelah yen Jepang yang mencatat penguatan 0,2 persen. Di sisi lain, mata uang Asia justru keok terhadap dolar AS, seperti dolar Hongkong dan baht Thailand yang masing-masing melemah 0,01 persen dan juga dolar Singapura yang melemah 0,1 persen.



Selain itu, terdapat mata uang Asia lain yang melemah seperti yuan China sebesar 0,13 persen, peso Filipina sebesar 0,19 persen, won Korea sebesar 0,25 persen, dan ringgit Malaysia yang terjerembab sebesar 0,46 persen.

Tak hanya mayoritas negara Asia, mata uang negara-negara maju juga mengalami pelemahan. Nilai tukar euro melemah 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dan rubel Rusia terkapar 7,45 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan kinerja kinclong mata uang garuda ini mengejutkan di tengah sentimen negatif yang menyerang rupiah.


Menurut dia, beberapa sentimen negatif berasal dari laporan International Monetary Fund yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 3,5 persen dari sebelumnya 3,7 persen. Selain itu, antisipasi atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China harusnya menampar rupiah hari ini.

"Ini sebetulnya agak anomali, karena dibandingkan dengan mata uang utama lain, hari ini justru indeks dolarnya cenderung menguat," jelas Dini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/1).

Dini menambahkan, kondisi fundamental indonesia mungkin masih dianggap stabil, di mana kebijakan BI dengan menaikan suku bunga juga bisa dibilang masih menarik dan jadi sentimen positif untuk rupiah.

(glh/lav)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK