Cerita Jokowi Rintis Usaha Mebel Sampai Kurus

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 18:41 WIB
Di depan ibu-ibu penerima pinjaman Mekaar binaan PT PNM, Presiden Jokowi menceritakan awal mula dirinya merintis usaha mebel sebelum masuk ke panggung politik. Di depan ibu-ibu nasabah pinjaman Mekaar, Jokowi menceritakan awal mula dirinya merintis usaha. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan motivasi kepada para ibu yang menjadi penerima program pinjaman Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Jokowi meminta ibu-ibu yang telah menjadi nasabah Mekaar agar jujur, disiplin, dan kerja keras.

Mantan wali kota Solo itu mengaku sempat bertemu dengan seorang ibu penerima program pinjaman Mekaar di Jakarta yang sudah membuka usahanya sejak Subuh. Menurut Jokowi, ibu tersebut tergolong gigih dalam membuka usaha.


"Saya dulu memulai usaha juga dengan sebuah uang yang sangat-sangat kecil sekali," kata Jokowi di hadapan ibu-ibu, di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/1).


Sebelum terjun ke dunia politik, Jokowi merupakan seorang pengusaha mebel di Solo. Ia merintis usahanya dari bawah. Jokowi juga mengaku bekerja dari selepas Subuh sampai tengah malam kala baru merintis usaha.

"Kalau tanya ke saya kerjanya jam berapa Pak? Ya abis subuh sampai tengah malam. Sampai kurus saya begini," ujar Jokowi yang diikuti tawa ibu-ibu.

Jokowi menyatakan bahwa pernyataan dirinya ini bukan bualan. Orang nomor satu di Indonesia itu mengaku pernah mengalami kesulitan dalam mengembangkan usaha mebelnya. Menurut Jokowi, dirinya memulai dari usaha supermikro hingga akhirnya terus meningkat karena kerja keras.

"Jangan dipikir saya tidak mengalami, saya mengalami. Dari usaha yang supermikro kemudian naik lagi ke tingkat yang lebih atas, mikro, naik lagi ke usaha kecil. Ibu-ibu nanti juga akan kami bawa ke sana (meningkat)," kata dia.

Lebih lanjut, mantan gubernur DKI itu berharap para ibu yang menjadi nasabah program Mekaar binaan PNM naik kelas menjadi peminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut Jokowi, para ibu yang awalnya meminjam modal Rp2 juta sampai Rp3 juta bisa meningkat menjadi Rp10 juta di program KUR.


"Kalau sudah naik ke tingkat Rp10 juta nanti pindah kelas ke KUR, ke bank. Ke BRI bisa, ke BTN bisa, ke BNI bisa, ke Mandiri bisa. Naik kelas. Bisa Rp10 juta, bisa Rp25 juta, bisa Rp500 juta," tuturnya.

Jokowi tak lupa mengingatkan kepada ibu-ibu nasabah Mekaar agar memiliki perhitungan yang matang saat akan meminjam modal. Ia juga menyarankan para ibu membuat pembukuan guna mengetahui anggaran yang masuk dan keluar.

"Barang masuk barang keluar. Dicatat semua sehingga nanti kalau masuk ke KUR, masuk ke bank, ditanya pembukuannya ada," kata dia.

Sampai saat ini jumlah nasabah Mekaar telah mencapai lebih dari 4,1 juta. Khusus di Kabupaten Bekasi, nasabah Mekaar berjumlah 39.148 orang yang ditunjang dengan 15 kantor cabang. Sedangkan di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, jumlah nasabah sebanyak 616 orang. (fra/agi)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK