Rupiah Bergerak Menguat Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 09:15 WIB
Rupiah Bergerak Menguat Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Ilustrasi dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp13.945 per dolar AS, menguat 16,5 poin atau 0,12 persen dari posisi penutupan kemarin Rp13.961 per dolar AS.

Namun, rupiah bergerak melemah pada perdagangan pagi ini dari posisi pembukaan. Hingga pukul 09.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp13.950 per dolar AS. 

Bersama rupiah sejumlah mata uang lainnya juga turut menguat. Malaysia Ringgit menguat 0,06 persen, baht Thailand 0,04 persen, peso Filipina 0,08 persen, dan rupee India 0,33 persen. Kemudian yen Jepang menguat 0,05 persen, won Korea 0,17 persen. 


Sementara itu, dolar Singapura dan dolar Hong Kong stagnan, sedangkan yuan China justru melemah 0,69 persen.


Di sisi lain, mata uang sejumlah negara maju justru bergerak melemah. Euro melemah 0,02 persen, franc Swiss melemah 0,01 persen, dan rubel Rusia melemah 0,02 persen. Sementara poundsterling Inggris melemah 0,05 persen.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira memperkirakan rupiah pada sepanjang hari ini akan bergerak menguat pada kisaran Rp13.850-13.950 per dolar AS. Meski demikian, menurut dia, koreksi masih mungkin terjadi walaupun investor sudah mengantisipasi pertumbuhan ekonomi 2018 yang berkisar 5,1-5,15 persen atau berada di bawah target APBN sebesar 5,4 persen. 

"Selain persoalan pertumbuhan, agregat investor juga mencermati data sektoral khususnya ekspor dan investasi," jelas dia. 


Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai penguatan rupiah pagi ini didorong oleh dua faktor utama yang berasal eksternal dan internal. Ia pun memperkirakan rupiah bakal bergerak menguat sepanjang pagi ini. 

Ia menjelaskan faktor  eksternal akan dipengaruhi oleh pidato Presiden AS Donald Trump yang kemungkinan akan menyampaikan perihal kemajuan negosiasi perang dagang dengan China. Sementara faktor internal, menurut dia, bakal dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan ekonomi yang bakal dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini pukul 11.00 WIB. 

"Ekspektasinya kan di kisaran 5,12 persen. Kalau mendekati itu, maka sepanjang 2018 akan berada di kisaran 5,15 persen. Kalau pun di atas 5,1 persen saja akan tetap bagus reaksi pasar," terang dia.  (agi/agi)