Ombudsman Bakal Beri Rekomendasi Soal Tarif Tiket Pesawat

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 05:45 WIB
Ombudsman Bakal Beri Rekomendasi Soal Tarif Tiket Pesawat Ombudsman RI berencana memberi rekomendasi kepada pemerintah terkait persoalan tarif tiket pesawat terbang yang mahal dan tidak sesuai kajian yang tepat. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ombudsman RI berencana memberi rekomendasi kepada pemerintah terkait persoalan tarif tiket pesawat terbang yang mahal dan tidak sesuai kajian yang tepat.

Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya mengatakan ada celah bagi Ombudsman untuk mengkaji masalah tiket pesawat mahal kalau memang keputusan yang dibuat tidak berdasarkan kajian seimbang.

"Tentu kami akan memberi rekomendasi kepada pemerintah, bahwa ini ada kebijakan yang dibuat tidak sesuai dengan pola-pola umum atau dengan kajian. Bukti komparatif itu, dengan maskapai lain tidak terikat regulasi ini," kata dia seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/2).



Dari sisi bisnis, pihaknya akan mengkaji komponen apa saja yang mempengaruhi tingginya tarif tiket pesawat. Hal itu bisa jadi disebabkan oleh komponen biaya penerbangan atau faktor lain.

"Seperti apa sih yang menguntungkan bagi mereka dan menguntungkan bagi publik? Jangan sampai penentuan besaran tarif atau bagasi berbayar ini adalah buah dari monopoli bisnis karena pebisnis di sektor itu terbatas. Hingga akhirnya mereka bikin kesepakatan atau regulasi sendiri yang ditetapkan untuk publik," kata Dadan.

Tak hanya itu, Ombudsman juga mendorong Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan memberikan masukan atau jalan keluar terkait mahalnya tarif pesawat terbang.


"Itu bisa jadi bahan untuk lembaga lain seperti KPPU untuk bisa turun tangan apakah ini hasil dari kebijakan kartel karena pemain tertentu atau mekanisme pasar yang ada," kata Dadan.

Dadan mengatakan jika memang ada indikasi monopoli di dalam persaingan usaha maskapai penerbangan di Tanah Air, KPPU bisa bertindak menyelesaikan masalah tiket pesawat mahal ini.

"Tentu ini harus ada pengaduan masyarakat," kata dia.

Dia juga menilai harus ada pembanding terkait harga tiket maskapai di Indonesia dengan maskapai lain, seperti maskapai di luar negeri.


"Kalau pakai maskapai luar dari Aceh ke Jakarta lebih murah padahal dengan komponen, perawatan, biaya penerbangan, keselamatan yang semuanya sama yakni memakai standar internasional. Itu harus jadi referensi kita dalam menentukan harga," kata dia.

Ia mengatakan maskapai di Indonesia harus berpihak kepada publik terkait penentuan harga tiketnya jangan hanya memikirkan keuntungan semata. (Antara/lav)