Perjanjian Dagang RI-Australia Dipastikan Rampung Tahun Ini

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 09:46 WIB
Perjanjian Dagang RI-Australia Dipastikan Rampung Tahun Ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) akan ditandatangani tahun ini. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan kesepakatan perdagangan yang tertuang dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) akan ditandatangani tahun ini.

"Tahun ini (ditandatangani). Pasti. Insya Allah," ujar Enggartiasto di sela konferensi pers penyederhanaan aturan ekspor kendaraan bermotor CBU di Terminal Kendaraan IKT Tanjung Priok, Selasa (12/2).

Perjanjian kerja sama yang telah digodok lebih dari satu dekade itu tadinya diharapkan bisa diteken tahun lalu. Namun, ternyata molor. Penyebabnya diduga karena sikap kontroversial Australia terkait pengakuan Yerrusalem Barat sebagai ibu kota Israel.



Enggartiasto mengungkapkan, secara substansi, kedua negara telah menyepakati poin-poin kerja sama sejak beberapa bulan lalu. Kendati demikian, ia enggan membeberkan alasan belum ditekennya perjanjian itu. Bahkan, ia mengklaim tidak ada kendala untuk merealisasikan perjanjian tersebut hanya masalah waktu.

"Kami masih menyesuaikan jadwal yang akan tanda tangan," ujarnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengaku menanti terealisasinya IA-CEPA. Pasalnya, perjanjian tersebut akan membuat pasar Australia menjadi lebih terbuka, misalnya untuk mobil listrik.


"Kalau CEPA dengan Australia itu terbuka, maka ada 1 juta pasar yang terbuka. Kami sudah bicara dengan principal, ekspornya akan dari Indonesia," ujar Airlangga.

Airlangga mengungkapkan beberapa investor akan masuk ke industri mobil listrik di Indonesia. Salah satu investor disebut Airlangga akan menanamkan modal senilai US$800 juta.

"Mereka sudah komitmen untuk membangun industri kendaraan listrik di Indonesia dengan target produksi di tahun 2022. Ini dapat mendukung target kita di tahun 2025 nanti di mana 20 persen merupakan kendaraan listrik,"ujarnya.

(sfr/lav)