JELANG DEBAT CAPRES

Lunglai Ritel Lemah Tak Berdaya di Era Jokowi

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 11:19 WIB
Cuan Pemilu untuk Ritel Ilustrasi ritel. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Ekonom Asian Development Bank Institute (ADBI) Eric Alexander Sugandi memprediksi tingkat konsumsi masyarakat semakin membaik pada 2019. Secara historis, ia melihat belanja masyarakat selalu terkerek pada saat tahun pemilihan umum (pemilu).

Umumnya, peserta kegiatan politik akan berbelanja hal-hal yang berkaitan dengan pemilu, seperti bendera, kaos, dan spanduk. Dengan demikian, terjadi perputaran uang akan kembali terjadi pada kelas masyarakat kelas menengah ke bawah.

Selain itu, tingkat inflasi yang terkendali juga akan memperbaiki konsumsi masyarakat. Logikanya, jika inflasi stabil, maka harga barang-barang di Indonesia juga akan terjaga atau tidak terjadi kenaikan. Dengan begitu, minat masyarakat untuk berbelanja terus timbul.


"Lalu juga kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS)," ujar Eric.

Seperti diketahui, gaji PNS dinaikkan sebesar 5 persen pada 2019. Hal itu akan direalisasikan pada April 2019 mendatang. Artinya, PNS baru akan mendapatkan kenaikan gaji pada bulan tersebut. Namun, pemerintah memastikan kenaikan gaji pada bulan-bulan berikutnya dibayar sekaligus pada April 2019.

"Prediksi tingkat konsumsi tumah tangga sepanjang 2019 masih sekitar 5 persen, rentangnya 5 persen sampai 5,2 persen," jelas Eric.


Senada, Rhenald juga melihat konsumsi masyarakat tahun ini masih berkisar 5 persen. Kendati begitu, ia memprediksi masih ada peritel yang menutup tokonya pada 2019.

"Selalu ada yang buka tutup, yang kuno ditinggalkan," ucap Rhenald.

Ia menyebut perusahaan ritel harus lebih menyusun toko ritelnya dengan canggih atau berbau modern. Selain itu, kalau bisa peritel mulai menggabungkan gerainya dengan tempat makan dan kedai kopi.

"Jadi orang ada ada pengalaman baru berkunjung ke situ," jelas dia.

Hanya saja, yang pasti, masyarakat yang sudah beralih kepada belanja daring tak akan kembali pada konsep konvensional. Namun, pelaku usaha ritel tetap bisa mencoba dengan menawarkan konsep baru, sehingga ada rasa penasaran yang hinggap di masyarakat.

"Pokoknya diganti lahannya penyusunan diperbaharui, tidak kumuh. Kemudian ada gimmick-gimmick tertentu, diskon yang selalu berubah," pungkas Rhenald.

[Gambas:Video CNN] (agi/agi)
HALAMAN :
1 2