AirAsia 'Menghilang' dari Traveloka dan Tiket.com

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 16:55 WIB
AirAsia 'Menghilang' dari Traveloka dan Tiket.com Ilustrasi maskapai AirAsia. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai AirAsia Indonesia mengindikasikan adanya intervensi oleh kompetitor kepada agen perjalanan daring (OTA), seperti Traveloka dan Tiket.com. Sejak pekan lalu, tiket AirAsia tak bisa dicari melalui kedua agen perjalanan daring tersebut. 

"Kami melihat adanya indikasi, adanya perintah yang memberikan tekanan kepada OTA," kata Direktur Niaga AirAsia Rifai Taberi, seperti dikutip dari Antara, Minggu (17/2).

Rifai mengaku mengetahui kejadian tersebut sejak pekan lalu karena banyaknya pelanggan yang menanyakan terkait menghilangnyaAirAsia dari duaOTA terbesar, yakniTraveloka dan Tiket.com Ia menambahkanAirAsia menghilang secara tiba-tiba dari kanal kedua agen penjualan tiket tersebut.

CNNIndonesia.com juga mencoba mengecek langsung kedua situs pemesanan tiket daring tersebut pada Minggu (17/2). Namun, tak ada maskapai AirAsia pada sejumlah rute penerbangan yang dicek, antara lain Jakarta-Kuala Lumpur yang menjadi andalan maskapai tersebut.


"Yang aneh kok secara tiba-tiba dan satu per satu tidak menjual, karena selama ini biasa saja, kami sudah klarifikasi karena kita mitra dengan para OTA, mereka secara formal menjawab ada masalah teknis, katanya.

Sementara itu, Rifai menuturkan, dari sistem AirAsia tidak ada masalah teknis dan di kanal OTA lain juga masih dijual, seperti Nusatrip.


Rifai menilai sangat memungkinkan mitra maskapai menekan OTA, terutama dengan pangsa pasar paling besar.

Kalau itu tergantung dari pangsa pasar, pangsa pasar kami dari OTA cuma dua sampai tiga persen. Secara hubungan kerja sama memang sebagai agency, OTA berhak untuk menjual tiket maskapai, katanya.

Ia menambahkan pihaknya juga tidak memberlakukan eksklusivitas dari OTA tertentu dalam menjual tiket.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi pihak Traveloka dan Tiket.com. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari kedua agen perjalanan daring tersebut.
[Gambas:Video CNN] (Antara/agi)