Jasa Marga 'Ngaku' Belum Dapat Untung dari Tol Trans Jawa

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 17:53 WIB
Jasa Marga 'Ngaku' Belum Dapat Untung dari Tol Trans Jawa Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengaku tidak mendapatkan untung besar atas tarif yang berlaku Tol Trans Jawa.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal bahkan mengatakan tarif tol yang berlaku di Tol Trans belum memberikan untung kepada perusahaannya. Pasalnya, uang yang dihasilkan dari tarif yang berlaku sekarang hanya cukup untuk memenuhi pembayaran bunga utang yang dihimpun Jasa Marga untuk melaksanakan Proyek Tol Trans Jawa.

Menilik laporan keuangan Jasa Marga pada kuartal III 2018, laba bersih perusahaan mencapai Rp1,77 triliun. Laba tersebut merosot 6,88 persen jika dibandingka kuartal III 2017 yang masih bisa mencapai Rp1,9 triliun.


"Tarif yang sekarang ini tidak membuat kami untung. Bertahan saja kami berat," ungkap Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal dalam acara Seminar Nasional Kebangkitan BUMN Sektor Infrastrukur di Graha CIMB, Selasa (19/1).


Donny mengatakan untuk mengatasi beban berat tersebut, pihaknya melakukan inisiatif. Salah satunya, menggunakan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) untuk mendapatkan dana segar guna membantu perusahaan menyelesaikan proyek yang sedang dikerjakan.

"Jadi nggak hutang tapi kita mengundang equity masuk. Investor dari lokal dan luar negeri," imbuh Donny.

Sekadar informasi, tarif enam ruas baru Tol Trans Jawa resmi diberlakukan Senin (21/1) pukul 00.00 WIB. Besaran tarif terjauh enam ruas tol baru untuk kendaraan golongan I sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 14 Januari 2019 untuk ruas Ngawi-Kertosono sebesar Rp88 ribu.

Sementara, ruas tol Gempol-Pasuruan besaran tarif mencapai Rp36 ribu, ruas Relokasi Porong - Gempol pada Tol Surabaya-Gempol Seksi Kejapanan - Porong sebesar Rp3.000, - Seksi Porong - Kejapanan Rp 6.000. Untuk ruas Pemalang-Batang Rp39 ribu.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian, tarif Tol Batang-Semarang dipatok sebesar RP75 ribu dan Semarang-Solo Rp65 ribu. Tarif yang diberlakukan sudah sesuai ketentuan rasionalisasi tarif yaitu pertama, untuk ruas yang baru operasi tarif tol awal golongan I maksimal Rp1.000/km. Kedua, besaran tarif kendaraan golongan II dan III adalah 1,5 kali dari golongan I dan untuk golongan IV dan V adalah 2 kali dari golongan I.


Pengusaha Logistik yang tergabung dalam Asosiasi Logistik (ALI) beberapa waktu lalu mengeluhkan tarif tersebut. Menurut mereka, tarif Tol Trans Jawa tersebut terlalu mahal. 

Tarif tersebut membuat truk yang membawa barang logistik lebih memilih lewat Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) ketimbang tol. "Penghematan waktu tidak bisa menutupi tambahan biaya kalau lewat tol," ungkap Ketua ALI Zaldy Ilham Masita.

Ia mencontohkan biaya yang harus dikeluarkan untuk kendaraan jenis truk mencapai Rp1,3 juta untuk melewati Tol Trans Jawa. Angka itu diklaim membebani bagi pengusaha logistik.

Donny menjelaskan tarif  tol yang diberlakukan perusahaannya tersebut murah. Tarif telah mempertimbangkan berbagai aspek.  Aspek tersebut antara lain; biaya konstruksi, willingness to pay (kemampuan membayar) dan manfaat yang diberikan. "Kami sudah memperhitungkan berdasarkan tiga aspek itu," terang Donny.

(rim/agt)