Susun RAPBN 2020, Sri Mulyani Minta Masukan Pengusaha

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 19:49 WIB
Susun RAPBN 2020, Sri Mulyani Minta Masukan Pengusaha Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta para pengusaha untuk turut memberikan masukan dan saran guna membantu pemerintah menyusun RAPBN 2020. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta para pengusaha untuk turut memberikan masukan dan saran guna membantu pemerintah menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. RAPBN 2020 rencananya bakal diajukan pemerintah pada Agustus mendatang.

"Kami ingin mendengarkan lagi ke pelaku usaha bagaimana kami mendesain fiskal di 2020. Kalau saya bicara "fiscal policy", itu ada dari sisi pajak, cukai, PNBP, ada sisi belanja negara, belanja pusat melalui bendahara umum negara, kementerian lembaga sampai desa," ujar Sri Mulyani di depan pengusaha saat dialog ekonomi dan kebijakan fiskal di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (19/2).




Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan, saat ini APBN Indonesia relatif sehat dan stabil. Hal tersebut tak lepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah dan juga dunia usaha.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai perlu dipikirkan upaya-upaya bersama antara pemerintah dan pengusaha, untuk membuat perekonomian makin tumbuh sehat, kuat, stabil, dan berkelanjutan serta berkeadilan.


"Di semua negara di dunia APBN sehat adalah aset yang penting. Nah mumpung ekonomi positif dan APBN sehat, saya mau menawarkan mari bersama-sama 2020 akan seperti apa. Saya ingin jadi tradisi yang kita bangun sehingga presiden menyampaikan ke DPR pada Agustus, RUU APBN, saya tahu nih," kata Ani, panggilan akrab Menkeu.

Ia pun menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus berinteraksi dan berdialog dengan pengusaha guna bersama-sama menjaga perekonomian Indonesia menjadi kondusif.

"Kami ingin menjaga ekonomi tetap baik, melihat bisnis bapak ibu tetap jalan. Ekonomi bisa tumbuh, masyarakat punya confidence, policy jalan, investasi tumbuh, dan ekspor bisa tumbuh maksimal," pungkasnya. (Antara/agi)