Tahun Ini, Kartu BPNT Bisa Digunakan Beli Minyak Goreng

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 04:31 WIB
Tahun Ini, Kartu BPNT Bisa Digunakan Beli Minyak Goreng Ilustrasi kartu bantuan pangan non tunai. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Sosial berencana menambah jumlah bahan pangan yang dapat dibeli menggunakan kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penerima BPNT nantinya tak hanya dapat membeli telur dan beras, tetapi juga kebutuhan lain yakni minyak goreng dan gula.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan hal tersebut dilakukan agar penerima manfaat BPNT lebih leluasa untuk memenuhi kebutuhan pangan. Pasalnya, kebutuhan pangan masyarakat tak hanya sekadar beras dan telur saja.

"Mungkin saja ada yang tidak bisa makan telur karena mereka alergi, jadi bisa digunakan untuk membeli yang lain. Tujuannya lebih agar mereka fleksibel saja dalam berbelanja kebutuhan," terang Agus di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Rabu (20/2).



Rencananya, kebijakan ini akan tercantum di dalam peraturan menteri sosial yang akan terbit sebentar lagi. Meski menambah bahan pangan yang dapat dibeli, namun jatah BPNT per keluarga tetap sama yakni Rp110 ribu per kepala keluarga, sesuai dengan yang tercantum di dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai.

Pembelian komoditas ini masih tetap hanya diperbolehkan di e-warong, yakni agen bansos rastra yang telah bekerja sama dengan bank penyalur BPNT. Selain itu, penerima manfaat akan tetap membeli komoditas tersebut dengan harga pasar,

Kendati demikian, pemerintah masih belum membuka peluang untuk menambah bahan pangan lain yang sedianya bisa dibeli menggunakan kartu BPNT. "Karena takutnya kalau semakin banyak komoditasnya, itu bisa semakin tak teratur," tuturnya.


Selain menambah jumlah bahan pangan BPNT, Agus juga berharap realisasi penerima BPNT bisa mencapai 100 persen di tahun ini. Sebelumnya, bantuan sosial pangan dibagikan dalam dua kelompok, yakni bantuan sosial beras bagi rakyat sejahtera (bansos rastra) dan BPNT. Adapun hingga saat ini, penerima BPNT sudah mencapai 10 juta KK dan penerima bansos rastra masih tercatat 5,3 juta KK.

"Tentu saja semua penerima bansos rastra lambat laun akan transformasi ke BPNT, insyallah tahun ini tercapai semua. Selama ini memang transformasi ini secara bertahap karena ada daerah yang dianggap lebih sulit karena infrastrukturnya berat, misalnya berkaitan keberadaan telekomunikasi internet," paparnya.

Sekadar informasi, anggaran BPNT tahun ini mencapai Rp2,1 triliun yang masuk ke pagu anggaran Kementerian Sosial sebanyak Rp41,1 triliun. (glh/agi)