Saingi Singapura, Pemerintah Bangun Tujuh Pelabuhan Logistik

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 14:58 WIB
Saingi Singapura, Pemerintah Bangun Tujuh Pelabuhan Logistik Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan pemerintah akan membangun tujuh pelabuhan hub domestik sebagai pusat logistik di Indonesia. Pelabuhan yang dibangun; Belawan/Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Tanjung Priok di DKI Jakarta, Kijing di Kalimantan Barat, Tanjung Perak di Jawa Timur, Makassar di Sulawesi Selatan, Bitung di Sulawesi Utara, dan Sorong di Papua Barat.

Luhut mengatakan saat ini pemerintah tengah memfinalisasi rancangan investasi pembangunan hub domestik tersebut. Ia mengatakan BUMN akan menjadi inisiator proyek tersebut.

Tapi, ia berharap proyek tersebut nantinya tidak membebani BUMN. Adapun rencananya, BUMN yang terlibat di dalam proyek ini terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) (Pelindo I), Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV.


"Jangan semua (investasi) ke BUMN, itu yang sudah pasti. Silakan saja gandeng swasta ," terang Luhut di kantornya, Jumat (22/2).


Ia mengatakan investasi tersebut sedianya digunakan untuk memperpanjang dermaga dengan panjang minimal 2 kilometer (km) dan meningkatkan kedalaman laut minimal 16 meter.

Selain itu, dibutuhkan sarana yang mengintegrasikan pelabuhan tersebut ke kawasan industri yang berada di kompleks pelabuhan. Hanya saja, Luhut tidak menyebut kapan sedianya proyek ini dimulai.

Namun jika proyek ini selesai, ia berharap ongkos logistik Indonesia bisa lebih efisien. Saat ini, menurut Logistics Performance Index yang diterbitkan Bank Dunia pada 2018, kinerja logistik Indonesia menempati posisi 46 dari 160 negara dengan skor 3,15.

[Gambas:Video CNN]

"Tentu cukup banyak akan menekan biaya logistik, tapi tidak lah jika sampai 50 persen," ujar dia.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan hub logistik domestik ini dibutuhkan sebagai pusat pemindahmuatan kapal-kapal kecil menjadi kapal besar (transhipment) yang kemudian ditujukan untuk ekspor.

Hub ini dibutuhkan karena selama ini kapal-kapal Indonesia harus berlayar ke Singapura dulu untuk melakukan transhipment kargo. Sehingga, setelah ini, ketergantungan logistik Indonesia ke Singapura lambat laun bisa dikurangi. "Daripada menggunakan Singapura, lebih baik memakai jasa yang ada di dalam negeri," jelas Bambang.

(glh/agt)