Aliran Modal Masuk Buat Rupiah Nangkring di Level Rp14.058

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 16:30 WIB
Aliran Modal Masuk Buat Rupiah Nangkring di Level Rp14.058 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (22/2) sore diperdagangkan di level Rp14.058 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 0,09 persen dibandingkan penutupan pada Kamis (21/2) yang di Rp14.072 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.079 atau melemah dibanding kemarin yang di Rp14.057 per dolar AS.

Sore hari ini, sebagian mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,08 persen. Kemudian, yuan China, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura sama-sama menguat 0,04 persen terhadap dolar.


Meski begitu, terdapat mata uang yang justru melemah terhadap dolar, seperti; yen Jepang yang melemah sebesar 0,08 persen, dolar Hong Kong sebesar 0,02 persen, dan baht Thailand sebesar 0,36 persen. Sementara itu won Korea Selatan terlihat tidak bergerak sama sekali terhadap dolar AS.


Di sisi lain, mata uang negara maju seperti euro terlihat melemah 0,08 persen dan dolar Australia menguat 0,31 persen. Sementara itu, pounsterling Inggris melemah 0,1 persen terhadap dolar AS.

Analis Monex Investindo Faisyal menuturkan sentimen penguatan rupiah berasal dari kondisi ekonomi global seperti negosiasi dagang antara AS dengan China yang menunjukkan sinyal damai. Kemudian, sentimen positif juga muncul dari kemungkinan harga minyak dunia yang turun setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan produksi minyak AS.

Dari dalam negeri, rupiah tertopang aliran modal asing.  "Masuknya dana asing tentu menjadi sentimen positif bagi rupiah karena investor melihat aset berisiko kini sudah diminati kembali lagi," jelas Faisyal kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/2).
Sebagai informasi, Bank Indonesia mencatat aliran dana masuk (inflow) ke Indonesia mencapai Rp45,9 triliun secara tahun kalender 2019 (year-to-date), atau lebih tinggi dibanding inflow netto sepanjang 2018 yang di angka Rp13 triliun.

(glh/agt)