Jokowi Resmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1

CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 12:20 WIB
Jokowi Resmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1 Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan terbangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi 1 dengan kapasitas 1x660 Megawatt (MW) di Kelurahan Karangandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Senin (25/2). (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Cilacap, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi 1 dengan kapasitas 1x660 Megawatt (MW) di Kelurahan Karangandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Senin (25/2).

Proyek PLTU tersebut, menurut Jokowi, akan menambah pasokan guna mencukupi kebutuhan listrik di Pulau Jawa. Operasional PLTU Cilacap Ekspansi 1, menurut dia, juga bisa berkontribusi bagi perekonomian Cilacap maupun nasional.

"Dengan listrik, industri rumah tangga juga bisa bekerja di malam hari, dari yang biasanya tidak bisa kerja. Anak-anak Indonesia jadi bisa belajar di malam hari," ujar Jokowi saat peresmian PLTU Cilacap Ekspansi 1.


Bersamaan dengan terbangunnya PLTU Cilacap Ekspansi 1, Jokowi memastikan rangkaian keempat dari PLTU di Cilacap, yaitu PLTU Cilacap Ekspansi 2 dengan kapasitas listrik sebesar 1x1.000 MW akan terbangun pada akhir tahun ini.

"Tadinya targetnya 2020, tapi tadi saya dengar katanya bisa lebih cepat pada akhir 2019 ini," katanya.


Sebelumnya, pada rangkaian PLTU di Cilacap, telah terbangun PLTU Adipala dengan kapasitas 660 MW dan PLTU Cilacap 1 dan 2 berkapasitas 2x300 MW. Keduanya sudah beroperasi sejak 2015 lalu.

Di sisi lain, Jokowi juga memastikan pemerintah tak hanya terpaku pada Pulau Jawa dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik, namun juga daerah-daerah luar Jawa, seperti Indonesia bagian timur hingga daerah pelosok dan tertinggal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan PLTU Cilacap Ekspansi 1 merupakan salah satu rangkaian megaproyek kelistrikan dari rangkaian program listrik 35 ribu MW yang digagas oleh Presiden Jokowi.

"PLTU ini bisa menjadi pasokan bagi kurang lebih 1.050.000 pelanggan baru berkapasitas listrik 900 VA," terang Jonan. 

Pembangkit listrik ini dibangun oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P) yang merupakan pemasok listrik independen (Independent Power Producer/IPP) hasil patungan (joint venture/JV) antara PT Sumber Energi Sakti Prima dengan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB).

Investasi PLTU Cilacap Ekspansi 1 mencapai Rp54 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 6 ribu orang. Saat beroperasi nanti, PLTU Cilacap Ekspansi 1 akan terhubung ke jaringan listrik Jawa Bali melalui Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) Adipala dan GITET Kesugihan.


Pembangunan PLTU ini diharapkan dapat meningkatkan capaian target rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,9 persen pada 2019. Sementara sampai akhir 2018, rasio elektrifikasi nasional diklaim telah mencapai 98,3 persen.

"Rasio elektrifikasi nasional pada tahun lalu sudah berhasil melampaui target semula sebesar 97,5 persen," ujar Jonan pada kesempatan yang sama.

Rasio elektrifikasi nasional juga meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, rasio baru mencapai 76,6 persen pada 2012. Lalu, meningkat menjadi 80,5 persen pada 2013, 84,4 persen pada 2014, 88,3 persen pada 2015, 91,2 persen pada 2016, dan 95,3 persen pada 2017.

Sementara untuk penyelesaian megaproyek 35 ribu MW terbagi dua, yaitu yang dikerjakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dan IPP. Pada pembangunan pembangkit listrik oleh PLN, tercatat sekitar 4.519 MW atau 52 persen sudah tahap konstruksi. Sisanya, 1.823 MW atau 21 persen sudah tahap kontrak, 1.353 MW atau 16 persen di tahap pengadaan, dan 954 MW atau 11 persen di tahap perencanaan.

Sedangkan pada pembangunan pembangkit listrik oleh IPP, tercatat sekitar 9.507 MW atau 36 persen sudah tahap konstruksi. Sisanya, 15.844 MW atau 59 persen di tahap kontrak dan 1.239 MW atau 5 persen di tahap SLO/COD/Komisioning. (uli/agi)