Dibuka Menguat, Rupiah Melemah Dekati Rp14 Ribu per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 08:42 WIB
Dibuka Menguat, Rupiah Melemah Dekati Rp14 Ribu per Dolar AS Ilustrasi dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah dibuka menguat 6 poin dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.985 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (27/2). 

Kendati dibuka menguat, rupiah pada perdagangan pagi ini bergerak melemah. Hingga pukul 08.40 WIB, rupiah melemah 0,02 persen ke posisi Rp13.994 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian mata uang utama Asia masih menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia tercatat menguat 0,1 persen, sementaa won Korea Selatan menguat 0,08 persen. Yen Jepang dan Peso Filipina juga masing-masing menguat 0,05 persen.


Sementara beberapa mata uang Asia lain melemah terhadap dolar AS, seperti dolar Singapura dan baht Thailand yang masing-masing melemah 0,04 persen pagi ini.


Di sisi lain, mata uang negara maju juga perkasa melawan dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, disusul euro sebesar 0,03 persen. Di sisi lain, dolar Australia tidak menunjukkan pergerakan apapun terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan dipicu oleh pernyataan Gubernur bank sentral AS The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa otoritas moneter AS itu tidak akan buru-buru menaikkan suku bunga acuan di tahun ini.

Menurut Powell, saat ini ekonomi AS mengalami sinyal-sinyal ekonomi yang saling berlawanan, sehingga bank sentral perlu mencerna dulu kondisi yang terjadi. Indikator yang menjadi perhatian Powell adalah data penjualan ritel yang mengecewakan dan aspek ekonomi lainnya yang berlawanan namun di sisi lain terjadi penguatan angka tenaga kerja dan pertumbuhan upah serta tingkat pengangguran yang melandai.


"Pasar berjangka menyiratkan pedagang bertaruh bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga sama sekali pada tahun 2019," jelas Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/2).

Kendati bergerak melemah pagi ini, rupiah dinilai masih berpotensi menguat seiring masih ada angin segar dari hasil negosiasi perang dagang AS dan China, di mana Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda pengenaan tarif barang impor asal China.

"Dalam transaksi hari Rabu, rupiah kemungkinan akan diperdagangkan di level support Rp13.760 hingga Rp13.960 per dolar AS dan resistance di level Rp14015 hingga Rp14.066 per dolar AS," jelas dia. (glh/agi)