Bank Permata Bungkam Soal Isu Standard Chartered Lepas Saham

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 17:08 WIB
Bank Permata Bungkam Soal Isu Standard Chartered Lepas Saham Ilustrasi. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyebut pihak Standard Chartered Bank belum menyampaikan rencana pelepasan kepemilikan saham (divestasi) Bank Permata. Saat ini, bank yang berkantor pusat di London, Inggris itu menggenggam 44,56 persen saham Bank Permata.

"Kami belum menerima informasi apapun," ujar Head Corporate Affairs Bank Permata Richele Maramis kepada CNNIndonesia.com.

Richele pun enggan berkomentar lebih lanjut terkait rencana pihak Standard Chartered Bank untuk melego saham Bank Permata. Ia menuturkan aksi korporasi itu merupakan wewenang pemegang saham.


"Bank Permata tidak bisa komentar karena ini bukan ranah kami. Terus terang ini sudah masuk ranah pemegang saham, jadi Bank Permata tidak bisa komentar," imbuhnya.


Mengutip Reuters, Rabu (27/2), Standard Chartered Bank memberi sinyal bakal melepas kepemilikan sahamnya sebesar 44,56 persen di Bank Permata.

Sinyal tersebut diberikan seiring restrukturisasi aset yang tengah dilakukan Standard Chartered Bank.

Rumor rencana Standard Chartered Bank melepas saham Bank Permata sebenarnya sudah berhembus sejak 2015 saat kinerja bank tersebut mulai menurun. Namun, hal tersebut beberapa kali dibantah oleh Standard Chartered Bank.

Penurunan kinerja Bank Permata mulai terlihat sejak 2015. Kala itu, laba perseroan anjlok 84 persen dari 1,59 triliun tahun sebelumnya menjadi Rp247 miliar. Pada 2016, Bank Permata bahkan mencatatkan rugi mencapai Rp6,48 triliun.


Kinerja Bank Permata mulai membaik pada 2017 dan mulai mencatatkan laba sebesar Rp725,68 miliar. Sementara tahun lalu, bank tersebut mencatatkan laba sebesar Rp941,32 miliar.

Saat ini saham Bank Permata dipegang oleh Standard Chartered Bank sebesar 44,56 persen, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 44,56 persen, dan publik sebesar 10,88 persen. (ulf/lav)