Harga Pangan Turun, BPS Catat Februari Deflasi 0,08 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 09:28 WIB
Harga Pangan Turun, BPS Catat Februari Deflasi 0,08 Persen Ilustrasi harga pangan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2019 mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan, tetapi meningkat atau inflasi 2,57 persen secara tahunan. Sementara, inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,24 persen.

Realisasi deflasi Februari 2019 berbanding terbalik dibandingkan Januari 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,32 persen dan Februari 2018 yang tercatat inflasi 0,17 persen.

"Kapan deflasi Februari yang terbesar sebelum ini? Itu terjadi Februari 2016 terjadi deflasi  0,09 persen. Secara tahunan, inflasi Februari 2017 0,23 persen dan Februari 2018 0,17 persen. Jadi, cukup rendah dibandingkan 2 tahun sebelum ini," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (1/3). 



Yunita mengatakan, deflasi ini dipengaruhi oleh penurunan harga kelompok pengeluaran, khususnya bahan makanan mencatatkan deflasi sebesar 1,11 persen dengan andil 0,24 persen.

"Yang memberikan andil deflasi dari kelompok bahan makanan adalah daging ayam ras dengan andil 0,06 persen, cabai merah 0,06 persen, telur ayam ras 0,05 persen, bawang merah 0,04 persen, cabai rawit 0,02 persen dan beberapa komoditas lain ikan segar wortel jeruk dan ada beberapa lainnya yang masing-masing memberikan andil 0,01 persen," ujarnya.

Sementara, beras, mie kering instan, bawang putih memberikan andil inflasi masing-masing hanya 0,01 persen. Selanjutnya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberi andil paling tinggi untuk inflasi, yakni 0,06 persen dengan tingkat inflasi 0,31 persen.


Kemudian, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengekor dengan andil sebesar 0,06 persen dan tingkat inflasi 0,25 persen. Selanjutnya, sandang; kesehatan; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga; dan transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil masing-masing 0,01 persen.

Secara bulanan, BPS juga mencatat inflasi komponen inti sebesar 0,26 persen dengan andil 0,15 persen dan inflasi harga diatur pemerintah sebesar 0,06 persen dengan andil 0,02 persen. Sementara, harga pangan bergejolak mengalami deflasi sebesar 1,3 persen dengan andil 0,25 persen.

Dari segi wilayah, terdapat 69 kota yang tingkat harganya mengalami deflasi, di mana Merauke menjadi yang tertinggi sebesar -2,11persen akibat penurunan harga sayuran. Sementara, deflasi terendah terjadi di Serang sebesar 0,02 persen.

Selanjutnya, terdapat 13 kota yang mengalami inflasi. Tual mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,98 persen akibat kenaikan harga sayur dan terendah berada di Kendari sebesar 0,03 persen. (sfr/agi)