Luhut Jamin Tak Ada Pengurangan Buruh Lokal di Blok Rokan

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 06:46 WIB
Luhut Jamin Tak Ada Pengurangan Buruh Lokal di Blok Rokan Blok Rokan di Pekanbaru, Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menjamin nasib buruh lokal tak akan memburuk setelah pengelolaan Blok Rokan di Riau dialihkan dari PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) kepada PT Pertamina (Persero) pada 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada sekitar 3.000 buruh yang menghadiri Pembukaan Rakerwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (KSBSI) Indonesia di Pekanbaru, Riau, Minggu (3/3).

"Ke depan, kebijakan pemerintah (Blok Rokan) diambil oleh Pertamina efektif pada 2021, tidak akan ada pengurangan buruh di sana. Hal ini sama seperti yang di (Blok) Mahakam. Mahakam itu kita ambil tidak ada kita kurangi jumlah buruhnya, tidak kita kurangi gajinya, justru kita ubah lebih efisien," kata Luhut seperti dikutip Antara, Minggu (3/3).


Namun, mantan Menko Polhukam itu mengingatkan para pekerja agar lebih terampil dan bersertifikat. Intinya, para pekerja diminta untuk meningkatkan keahlian demi mendorong tingkat produktivitas.


"Seperti di Morowali misalnya, sekarang kita buat politeknik, kita sekolahin di situ dan kemudian training-nya di dalam pabrik, sehingga mereka menjadi ahli. Mereka akan produktif, dan akan naik juga gajinya," terangnya.

Hal itu, lanjut Luhut, dilakukan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal untuk dapat diserap oleh industri di Morowali.

Mantan Kepala Staf Presiden itu juga menegaskan komitmen pemerintah yang mewajibkan investor dari negara manapun untuk menggunakan tenaga kerja lokal jika ingin berinvestasi di Indonesia. Dengan demikian, para buruh tidak perlu khawatir akan kalah bersaing dengan tenaga kerja asing, karena investasi asing harus memprioritaskan pekerja lokal.

"Para investor tersebut harus membawa teknologi ramah lingkungan di Indonesia. Selain itu syarat investasi di Indonesia itu adanya transfer teknologi, merekrut pekerja lokal sebanyak mungkin, dan harus ada nilai tambah," paparnya.

(Antara/lav)