Kontrak Blok Rokan Bakal Diteken Pertamina Akhir Januari

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 23:15 WIB
Kontrak Blok Rokan Bakal Diteken Pertamina Akhir Januari Deskripsi Blok Rokan. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Minyak dan Gas Rokan, Riau dengan PT Pertamina (Persero) bisa terealisasi paling lambat pekan ketiga Januari 2018.

Sebelumnya, pada 31 Juli 2018 lalu, pemerintah telah mengumumkan penunjukan Pertamina sebagai KKKS Blok Rokan setelah masa kontrak PT Chevron Pacific Indonesia habis pada 2021. Pertamina telah membayar bonus tanda tangan (signature bonus) untuk Blok Rokan, Riau senilai US$784 juta atau sekitar Rp11,4 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dolar AS) pada akhir tahun lalu.

Perseroan juga telah membayar jaminan pelaksanaan sebesar US$50 juta atau 10 persen dari KKP yang nilainya mencapai US$500 juta. KKP tersebut dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi migas baik di Blok Rokan maupun di area lain (open area).



"Ini kan sebagian banyak yang cuti. Mulai minggu depan akan dibahas (PSC Rokan). Kalau mulai hari ini, dihitungnya itu sekitar 2 minggu sudah bisa tandatangan (PSC Rokan)," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (4/1).

Jonan mengungkapkan, setelah Pertamina mengelola Blok Rokan, kontribusi perseroan terhadap produksi minyak nasional akan meningkat menjadi 60 persen dari tahun ini yang masih ada di kisaran 36 persen.

"Hal ini bagus, pada 2017 itu kontribusi Pertamina masih 23 persen (terhadap produksi minyak Indonesia)," ujar Jonan.


Naiknya kontribusi Pertamina wajar terjadi mengingat Blok Rokan merupakan blok penghasil migas terbesar di Indonesia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat, rata-rata produksi minyak Blok Rokan sepanjang tahun lalu mencapai 209,47 ribu barel per hari (bph) atau 97 persen dari target APBN 2018.

Secara tahunan, produksi Blok Rokan telah berada pada fase penurunan alami sebesar 10 persen dari 223 ribu bph pada 2017. (sfr/lav)