Tiga BUMN Bangun Industri Hilirisasi Batu Bara di Sumsel

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 17:14 WIB
Tiga BUMN Bangun Industri Hilirisasi Batu Bara di Sumsel Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga BUMN; PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk/PTBA, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical saat ini tengah membangun industri hilirisasi batu bara.

Pembangunan industri dilakukan di Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone (BACBSEZ), Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Di kawasan Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone (BACBSEZ) nantinya akan dibangun empat kompleks pabrik, meliputi; coal to syngas, pabrik syngas to urea, pabrik syngas to dimethyl ether (DME) dan pabrik syngas to polypropylene. Pabrik pengolahan gasifikasi batubara ini ditargetkan beroperasi pada November 2022.


Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan di industri ini, nantinya batu bara berkalori rendah dengan menggunakan teknologi gasifikasi, akan diubah menjadi produk akhir bernilai tinggi.


Pembangunan industri hilirisasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sinergi penting dilakukan untuk menciptakan efisiensi dalam industri batubara, gas, pupuk dan kimia." kata Rini dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta awal pekan ini.

Arviyan Arifin, Direktur Utama PTBA mengatakan hilirisasi akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Proyek hilirisasi ini diharapkan akan mampu menghasilkan 500 ribu ton urea, 400 ribu ton DME dan 450 ribu ton polypropylene per tahun. 

"Dengan jumlah sumber daya batubara yang dimiliki PTBA sebesar 8 miliar ton, proyek ini suatu keharusan dan keniscayaan yang harus dijalankan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi dari cadangan yang ada," katanya.

(agt)