Susun RAPBN 2020, Sri Mulyani Tunggu Realisasi Kuartal I 2019

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 05:31 WIB
Susun RAPBN 2020, Sri Mulyani Tunggu Realisasi Kuartal I 2019 Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku masih perlu menunggu realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sebelum menetapkan asumsi makro RAPBN 2020. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku masih perlu menunggu realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sebelum menetapkan asumsi makro yang akan dituangkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

"Kuartal I (2019) belum selesai, sehingga kami mungkin punya prediksi yang lebih akurat (setelah rilis realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019)," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (6/3).

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas sebelumnya telah mengeluarkan usulan asumsi makro untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3-5,5 persen pada 2020. Angka usulan tersebut lebih tinggi dari target tahun ini dalam APBN 2019 sebesar 5,3 persen.



Namun, menurut Sri Mulyani, proyeksi asumsi makro pertumbuhan ekonomi Tanah Air bisa mencapai rentang 5,3-5,6 persen pada tahun depan. Angka tersebut merujuk pada perkiraan kondisi ekonomi global dan domestik pada tahun depan yang diyakini bisa lebih baik, meski masih memiliki sejumlah tantangan.

"Umpamanya, apa yang sudah dicapai selama ini dan bagaimana Indonesia maju dari negara (lower) middle income menjadi negara upper middle income," katanya.

Selain itu, tantangan bagi Indonesia pada tahun depan juga berasal dari segudang target peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatnya jumlah angkatan kerja muda.

"Kita punya demografi yang muda, sehingga kami masih perlu perhatian untuk pendidikan, kesehatan, serta training," jelasnya.


Tak ketinggalan, Indonesia juga memiliki tantangan agar bisa meningkatkan produktivitas, daya saing, hingga inovasi di sektor industri. Menurutnya, tantangan ini harus ditaklukkan agar pemerintah bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi dari sisi investasi dan ekspor sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lebih lanjut ia mengatakan bila realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sudah dikantongi dan berbagai tantangan serta strategi dipetakan, maka akan ada angka final untuk asumsi makro pertumbuhan ekonomi untuk tahun depan.

"Kami akan lihat nanti bagaimana titik poin sebagai asumsi makro 2020. Itu nanti akan kami sampaikan pada Mei 2019 (ke Dewan Perwakilan Rakyat)," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/agi)