"Selain itu, juga ada saluran crossing (cross drain) sebanyak empat cross drain di dekat lokasi banjir yg melintang di bawah jalan tol," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/3).
Namun demikian, kata dia, untuk banjir di tol Ngawi-Kertosono diakibatkan debit air saat ini sangat tinggi. Intensitas air yang tinggi tersebut membuat banjir di ruas jalan tol tersebut tak bisa dihindari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir melanda kawasan Tol Ngawi-Kertosono pertengahan pekan ini. Banjir melanda ruas Caruban-Madiun kilometer 603+600-Kilometer 604+000.
Dengan dibukanya tol tersebut, kendaraan untuk arah Jakarta kini diperbolehkan kembali melewati tol dengan batasan kecepatan maksimal 40 km.
"Alhamdulillah yang sebelumnya kami tutup sudah mulai dibuka sejak pukul 02.30 WIB, dan mulai pagi ini kendaraan arah Jakarta diperkenankan melewati akses tersebut," kata Area Manager Tol Ngawi-Kertosono Sabililah.
Meski telah dibuka Sabil mengatakan pihak PT JNK tetap memasang sejumlah rambu lalu lintas di sekitar KM 603 hingga KM 604. Rambu dipasang agar pengendara bisa tetap berhati-hati karena masih adanya genangan air di sisi tepi tol.
"Untuk tepi ruas jalan tol ketinggian genangan air masih sekitar mata kaki orang dewasa, namun di sisi tengah sudah surut dan bisa kembali dilewati normal," katanya.
(antara/agt)