Jasamarga: Mitigasi Bencana Tol Ngawi-Kertosono Sudah Dibuat

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 09:45 WIB
Jasamarga: Mitigasi Bencana Tol Ngawi-Kertosono Sudah Dibuat Banjir Tol Ngawi-Kertosono. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)
Jakarta, CNN Indonesia -- AVP Corporate Communications PT Jasamarga (Persero) Tbk Heru menyatakan sejak tahap desain mitigasi risiko bencana di kawasan jalan Tol Ngawi-Kertosono yang dilanda banjir kemarin sebenarnya sudah dibuat. Mitigasi dilakukan dengan membangun jalan tol juga lebih tinggi dari daerah milik jalan atau Right of Way (RoW), atau minimal satu meter di atas RoW.

"Selain itu, juga ada saluran crossing (cross drain) sebanyak empat cross drain di dekat lokasi banjir yg melintang di bawah jalan tol," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/3).

Namun demikian, kata dia, untuk banjir di tol Ngawi-Kertosono diakibatkan debit air saat ini sangat tinggi. Intensitas air yang tinggi tersebut membuat banjir di ruas jalan tol tersebut tak bisa dihindari.


"Oleh karena itu, kami lakukan rekayasa lalu lintas dengan contraflow sehingga jalan tol tetap dapat dioperasikan," katanya.


Banjir melanda kawasan Tol Ngawi-Kertosono pertengahan pekan ini. Banjir melanda ruas Caruban-Madiun kilometer 603+600-Kilometer 604+000.

Banjir sempat membuat aliran kendaraan di tol tersebut terputus selama 24 jam. Akibat banjir tersebut, Tol Kertosono untuk sementara waktu ditutup. PT Jasamarga Ngawi-Kertosono (JNK)  menyatakan tol kembali dibuka Jumat pukul 02.30 pagi.

Dengan dibukanya tol tersebut, kendaraan untuk arah Jakarta kini diperbolehkan kembali melewati tol dengan batasan kecepatan maksimal 40 km.

"Alhamdulillah yang sebelumnya kami tutup sudah mulai dibuka sejak pukul 02.30 WIB, dan mulai pagi ini kendaraan arah Jakarta diperkenankan melewati akses tersebut," kata Area Manager Tol Ngawi-Kertosono Sabililah.

Meski telah dibuka Sabil mengatakan pihak PT JNK tetap memasang sejumlah rambu lalu lintas di sekitar KM 603 hingga KM 604. Rambu dipasang agar pengendara bisa tetap berhati-hati karena masih adanya genangan air di sisi tepi tol.

"Untuk tepi ruas jalan tol ketinggian genangan air masih sekitar mata kaki orang dewasa, namun di sisi tengah sudah surut dan bisa kembali dilewati normal," katanya.


(Antara/agt)