Korting Pajak Bisa Bikin Mobil Ramah Lingkungan 'Laris Manis'

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 09:21 WIB
Korting Pajak Bisa Bikin Mobil Ramah Lingkungan 'Laris Manis' Ilustrasi. (REUTERS/Denis Balibouse).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meyakini skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) baru untuk mobil membuat masyarakat terangsang untuk membeli mobil ramah lingkungan. Sebaliknya, mobil dengan emisi bejibun akan semakin terpinggirkan.

Airlangga menyebut kebijakan PPnBM baru sejatinya sudah mencakup insentif dan disinsentif pembelian kendaraan. Artinya, jika konsumen membeli kendaraan dengan kadar emisi karbondioksida (CO2) yang tinggi, maka PPnBM yang akan dikenakan juga selangit. Kondisi ini bisa disebut dengan disinsentif.

Namun di sisi lain, jika konsumen membeli kendaraan dengan kadar emisi yang rendah, maka PPnBM yang dikenakan juga akan kecil. Ini yang kemudian disebut sebagai insentif bagi konsumen.


"Jadi untuk mobil selain ramah lingkungan tak ada disinsentif khusus, karena kan ketika emisinya tinggi, maka PPnBM tinggi, dan sebaliknya. Jadi, ini PPnBM bukan hanya berlaku bagi Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) tapi semua mobil," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/3).

Sesuai rencana pemerintah, perhitungan tarif PPnBM yang sebelumnya didasarkan pada kapasitas mesin kendaraan bermotor akan diganti dengan konsumsi bahan bakar dan emisi karbondioksida (CO2).

Dalam aturan baru, untuk kategori PHEV dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), pemerintah tidak mengenakan PPnBM atau tarifnya sama dengan nol. Sementara, untuk kategori flexy engine tarifnya 8 persen, HEV 2 hingga 30 persen, dan KBH2 3 persen.


Adapun untuk kendaraan penumpang non LCEV tarif yang dikenakan di kisaran 15 hingga 70 persen bergantung jumlah penumpang, jumlah emisi karbon, kapasitas mesin dan konsumsi bahan bakar. Semakin tinggi konsumsi bahan bakar dan kapasitas mesin, serta semakin sedikit penumpang, maka tarifnya akan semakin tinggi.

Airlangga berharap penurunan PPnBM ini bisa meningkatkan permintaan sedan yang sudah anjlok di tahun lalu. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sedan hanya terjual 6.704 unit atau hanya 0,6 persen dari total penjualan mobil sebanyak 1,15 juta sepanjang 2018.

"Dan kami juga berharap itu bisa mendorong produksi sedan dan bahkan bisa ekspor menyaingi Singapura," imbuh dia.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah segera memformulasikan aturan itu ke dalam Peraturan Pemerintah yang merupakan turunan dari Peraturan Presiden soal mobil listrik.

Menurutnya, pemerintah telah selesai melakukan konsultasi baik dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun industri. "Kami sudah mendengar masukan DPR, kami akan formulasikan ke PP berdasarkan masukan dewan dan masukan dari industri," pungkasnya.


(glh/bir)