Sore Hari, Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.266 Per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 16:40 WIB
Sore Hari, Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.266 Per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.266 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa (12/3) sore. Dengan demikian, rupiah menguat 0,17 persen dibandingkan penutupan pada Senin (11/3) yakni Rp14.289 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.251 per dolar AS atau menguat dibandingkan kemarin yakni Rp14.324 per dolar AS. Adapun pada hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.241 hingga Rp14.278 per dolar AS.

Sore hari ini, sebagian besar mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS. Rupee India menguat 0,45 persen, disusul won Korea Selatan dengan penguatan 0,34 persen. Kemudian, yuan China mencatat penguatan 0,23 persen disusul ringgit Malaysia sebesar 0,14 persen.


Tak ketinggalan, dolar Singapura juga menguat 0,13 persen dan baht Thailand menguat 0,09 persen. Hanya saja, yen Jepang dan peso Filipina melemah dengan nilai masing-masing 0,18 persen dan 1,1 persen.


Sementara itu, penguatan juga terjadi pada mata uang negara-negara maju. Poundsterling Inggris tercatat menguat 0,53 persen, kemudian Euro juga menguat 0,31 persen. Di sisi lain, dolar Australia menguat 0,02 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan hari ini rupiah terbuai angin segar dari beberapa sentimen luar negeri. Pertama, datang dari rasa lega pelaku pasar terhadap damai perang dagang AS dan China semakin terasa.

Kelegaan muncul setelah Wakil Perdana Menteri China Liu He melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer. Pokok pembicaraan menyangkut kesepakatan damai guna mengakhiri perang dagang.

Sementara kemarin, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence 'Larry' Kudlow mengatakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu dalam waktu dekat untuk finalisasi dan pengesahan kesepakatan dagang. Pertemuan itu kemungkinan terjadi pada akhir Maret atau April.

[Gambas:Video CNN]

Sentimen kedua, datang dari sinyal kuat proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau biasa disebut Brexit. Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker menyepakati klausul baru terkait backstop di perbatasan Irlandia Utara-Republik Irlandia.

Adapun, backstop merupakan semacam jaminan bahwa tidak ada perlakuan kepabeanan yang ketat di perbatasan kedua negara tersebut. Namun, ide ini mendapat tentangan dari parlemen Inggris, karena artinya Inggris tetap tunduk dengan aturan kepabeanan Uni Eropa. Kedaulatan negara menjadi dipertanyakan.

Oleh karena itu, May dan Juncker setuju bahwa dalam proposal Brexit yang baru nanti Inggris bisa sewaktu-waktu keluar dari kesepakatan backstop. Dengan begitu, Inggris tidak akan merasa terjebak oleh aturan dari Brussel. Parlemen dijadwalkan menggelar voting pada malam ini waktu Indonesia.


"Rupiah juga mendapatkan sentimen dari dalam negeri," katanya, Selasa (12/3).

Sentimen positif berasal dari Rilis Survei Penjualan Eceran periode Januari 2019 oleh Bank Indonesia (BI). Maklum, sepanjang Januari BI mencatat penjualan barang-barang ritel tumbuh sebesar 9,4 persen secara tahunan (year-on-year). 

Penjualan tersebut jauh di atas capaian periode yang sama tahun lalu yang hanya 3,7 persen year-on-year. "Lebih lanjut, angka sementara untuk pertumbuhan penjualan barang-barang ritel periode Februari 2019 berada di level 15,8 persen, juga mengalahkan capaian periode yang sama tahun lalu yang sebesar 9,5 persen," jelas Ibrahim, Selasa (12/3). (glh/agt)