Menko Luhut soal Setop Impor Boeing: 'Anything Could Happen'

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 19:24 WIB
Menko Luhut soal Setop Impor Boeing: 'Anything Could Happen' Menko Luhut menegaskan ada kemungkinan RI menyetop 100 persen impor pesawat Boeing 737 MAX 8 jika inspeksi Ditjen Hubud mengindikasikan cacat produksi. (CNN Indonesia/Harvey Darian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengisyaratkan bahwa tidak tertutup kemungkinan Indonesia menyetop 100 persen impor pesawat Boeing jenis 737 MAX 8. Dengan catatan, inspeksi yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengarah ke lemahnya keamanan tipe tersebut.

Kondisi ini menyusul tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) kemarin, dan jatuhnya pesawat sejenis milik Lion Air pada Oktober 2018 lalu.

Menurutnya, pemerintah saat ini mengutamakan keselamatan masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat. Bila Boeing 737 Max 8 terbukti cacat, maka Indonesia bebas menetapkan kebijakan selanjutnya terkait penggunaan atau operasional pesawat tersebut.


"Anything could happen (apapun bisa saja terjadi). Kami kan lihat keamanannya," tegas Luhut, Selasa (12/3).

Ia mengaku akan bertindak tegas walaupun beberapa maskapai penerbangan masih melakukan pemesanan pesawat Boeing 737 MAX 8. Tak tanggung-tanggung, Lion Air Group bahkan memiliki kesepakatan pembelian 200 pesawat Boeing sejenis.

"Ya makanya nanti kami lihat, kalau memang pesawatnya masih cacat, misalnya masa saya tetap beli dari kamu, nanti barang jatuh bawa rakyat saya," papar Luhut.


Sebelumnya, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengatakan pihaknya memang sedang melakukan negosiasi ulang dalam pembelian sisa 200 pesawat dari Boeing yang belum datang. Jumlah itu campuran antara MAX 8 dan 9.

"Pasti (renegosiasi). Belum sampai kami setuju dan mereka setuju. Kami baru schedule seperti ini. Jadi kami suspend dulu max delivery (pengiriman)," ujarnya.

Negosiasi ini juga menyangkut soal sanksi apabila Lion Air harus benar-benar membatalkan pemesanan armada Boeing. Sejauh ini Daniel belum bisa membeberkan proses negosiasi itu rampung.


Informasi saja, Lion Air saat ini memiliki 10 pesawat Boeing 737 Max 8. Maskapai penerbangan lainnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mempunyai satu pesawat jenis tersebut.

Larang Keluar Masuk RI

Luhut juga menegaskan tak tertutup kemungkinan Indonesia menerapkan hal yang sama seperti Singapura yang melarang pesawat Boeing 737 Max 8 keluar dan masuk Indonesia. Hanya saja, pemerintah harus berhati-hati melakukannya.

"Saya pikir tidak dalam waktu dekat. Evaluasi harus cermat, tidak boleh buru-buru. Ini kan menyangkut banyak pihak," terang Luhut.


Saat ini, pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dengan Boeing dan sejumlah negara yang melarang sementara operasional Boeing 737 Max 8 seperti Indonesia, yakni China dan Ethiopian.

Indonesia sendiri melarang sementara penggunaan pesawat itu sejak kemarin dan mulai melakukan inspeksi hari ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan itu akan dilakukan dalam waktu seminggu.

Hanya saja, Luhut menyebut perintah larangan operasional Boeing 737 Max 8 bisa saja lebih dari satu pekan jika ditemukan hal-hal serius dalam inspeksi. Namun, ia masih akan menunggu informasi dari Kementerian Perhubungan.

[Gambas:Video CNN]

"Kalau negara lain menemukan sesuatu, kami tidak mau ambil risiko pesawat rusak lagi," pungkasnya.


(aud/bir)