Pengusaha Mebel Keluhkan Penyelundupan Rotan ke Luar Negeri

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 18:50 WIB
Pengusaha Mebel Keluhkan Penyelundupan Rotan ke Luar Negeri Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto menyatakan ribuan ton rotan diselundupkan keluar Indonesia. Penyelundupan tersebut ia keluhkan saat Pameran Indonesia Internasional Furniture Expo (IFEX) 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/3).

Penyelundupan tersebut menjadi salah satu penyebab industri mebel dalam negeri kekurangan pasokan rotan. Kekurangan tersebut salah satunya dialami pelaku industri di Cirebon.

Soenoto mengatakan masalah tersebut perlu segera diatasi. "Saya imbau melalui forum ini agar pemerintah lebih concern membendung penyelundupan rotan ke luar. Itu ribuan ton yang terungkap," kata Soenoto.


Menurut Soenoto, kekurangan pasokan bahan baku rotan menjadi ironi bagi industri mebel dalam negeri. Maklum, di tengah status yang disandang Indonesia sebagai salah satu penghasil rotan terbesar di dunia, industri mebel dalam negeri justru kekurangan pasokan. 


HIMKI, kata Soenoto  juga mengecam wacana pemerintah yang ingin mengekspor bahan baku kayu maupun rotan.

"HIMKI telah bersikap bahwa baru niat saja untuk ekspor itu merupakan dosa. Kalau sudah diwacanakan itu dosa besar, kalau sudah diimplementasikan itu dosa yang tak terampuni," ujarnya. 

Soenoto meminta pemerintah tak terus-terusan mengekspor bahan mentah, baik kayu maupun rotan. Ia meminta pemerintah untuk mewajibkan ekspor barang yang sudah jadi.

Ia pun menekankan agar rotan bisa dijadikan komoditi unggulan pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

"Supaya punya nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan yang tidak kalah penting meningkatkan citra Indonesia di mata dunia," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga hadir dalam pameran furniture ini mengaku mendapat keluhan dari sejumlah pelaku industri. Jokowi menyatakan beberapa masalah yang disampaikan adalah penyediaan bahan baku dan harga.

Menurutnya, suplai bahan baku yang dikeluhkan pelaku industri salah satunya adalah rotan. Jokowi menyatakan kesulitan bahan baku rotan seharusnya tak boleh terjadi melihat fakta Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rotan terbesar di dunia.

"Harusnya kita sebagai produsen rotan termasuk terbesar dunia enggak boleh kita kejadian-kejadian seperti ini, apalagi kita kalah dengan negara lain, enggak bisa. Kayu, produk-produk kayu, enggak boleh kita," ujarnya.

(fra/agt)