Pagi hari ini, mata uang utama Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang melemah seperti Baht Thailand sebesar 0,03 persen, yen Jepang sebesar 0,06 persen, dan disusul oleh dolar Singapura sebesar 0,07 persen.
Sementara itu, mata uang Asia yang menguat antara lain won Korea Selatan sebesar 0,11 persen dan ringgit Malaysia sebesar 0,03 persen. Peso Filipina juga ikut menguat 0,31 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong tidak mengalami perubahan terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan mata uang rupiah mendapat sokongan dari hasil pemungutan suara parlemen Inggris terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau biasa disebut Brexit, pada Rabu malam (13/3).
Sikap parlemen yang menolak no deal Brexit ini setidaknya melegakan rupiah. Sebab, penolakan no deal Brexit memiliki dampak psikologis bahwa investor masih bisa percaya ke aset berisiko, termasuk rupiah.
"Keputusan no deal malah mendorong negatif emerging market, jadi investor keluar dan menekan aset berisiko. Sedangkan untuk hari ini, saya perkirakan rupiah akan di kisaran Rp14.200 hingga Rp14.300 per dolar AS," jelas Ariston kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/3).
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)