Debat Cawapres, Ma'ruf Banggakan Infrastruktur Langit Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 21:46 WIB
Debat Cawapres, Ma'ruf Banggakan Infrastruktur Langit Jokowi Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan Jokowi telah berhasil membangun infrastruktur langit di era pemerintahannya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 menyatakan selain membangun infrastruktur darat, laut dan udara pemerintahan Jokowi juga telah berhasil membangun infrastruktur langit. Pembangunan infrastruktur langit tersebut telah mendorong berbagai perusahaan rintisan (start up) bermunculan.

Memurutnya, keberadaan infrastruktur langit tersebut telah memudahkan usaha di sektor digital. "Sekarang tumbuh usaha-usaha seperti start up bahkan juga unicorn bahkan juga akan ada decacorn, dengan demikian tenaga kerja harus disiapkan," papar Ma'ruf, Minggu (17/3).

Dengan kemajuan teknologi tersebut, ia berjanji jika terpilih dalam Pilpres 2019, ia akan mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia sebagai ahli teknologi. Dengan begitu, mereka bisa menghadapi tantangan yang disebut "10 years challenge".


"Kami bersyukur bahwa tingkat pengangguran sudah sangat rendah, kami akan dorong tenaga kerja menguasai teknologi,"terangMa'ruf.

Meskipun demikian, keberhasilan tersebut tetap mendapatkan kritik dari Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Kritik disampaikan terkait jumlah kesempatan kerja yang disediakan pemerintah bagi masyarakatnya.

Sandiaga mengatakan walau infrastruktur sekarang banyak terbangun, tapi masih banyak warga negara Indonesia menganggur. Sekitar 61 persen di antaranya berasal dari masyarakat usia muda.

Sandiaga mengatakan dengan kondisi tersebut, Indonesia akan sulit mewujudkan mimpi untuk masuk sebagai negara dengan pertumbuhan nomor tujuh tertinggi di dunia. Ia mengatakan sebagai seseorang yang pernah menjadi pengangguran, kesempatan kerja di Indoensia masih terbatas.

Ia mengatakan yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah kesempatan untuk bekerja di tempat yang layak. "Mereka mungkin diarahkan kewirausahaan, mereka bisa bergabung di Oke Oce. Di Jakarta, Oke Oce dapat menurunkan pengangguran sebanyak 20 ribu," tutur Sandiaga.

Ia menegaskan yang dibutuhkan bukannya belas kasihan, tapi pendidikan seperti yang sudah dilakukan di Oke Oce. Sandiaga pun cukup percaya diri bisa membuka lapangan pekerjaan hingga 30 ribu nantinya.

Informasi saja, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurun walaupun tidak signifikan. Rinciannya, pada 2014 jumlahnya 7,24 juta, kemudian Agustus 2015 sempat naik menjadi 7,56 juta, lalu turun pada Agustus 2016 menjadi 7,03 juta, Agustus 2014 sebanyak 7,04 juta, dan Agustus 2018 sebanyak 7 juta.

[Gambas:Video CNN] (aud/agt)