Kalau Terpilih, Ma'ruf Janji 3.500 Startup Baru Sampai 2024

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 23:21 WIB
Kalau Terpilih, Ma'ruf Janji 3.500 Startup Baru Sampai 2024 Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan kalau terpilih dalam Pemilihan Presiden, pemerintahan Jokowi akan terus berupaya meningkatkan jumlah usaha rintisan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 menyatakan jika terpilih dalam Pemilihan Presiden 2019, ia dan Joko Widodo (Jokowi) pasangannya, akan terus berupaya menumbuhkan bisnis digital di dalam negeri supaya angka pengangguran di dalam negeri bisa terus ditekan.

Ia bahkan menyatakan sampai dengan 2024 mendatang, bisa menumbuhkan 3.500 perusahaan rintisan (startup).

Ma'ruf mengatakan upaya tersebut kemungkinan besar akan lebih mudah dilakukan. Apalagi, pemerintahan Jokowi yang sudah berlangsung empat tahun ini sudah membangun infrastruktur 'langit' atau digital yang bisa bermanfaat mendukung pengembangan ekonomi digital tersebut.


"Adanya infrastruktur langit yang sekarang ada saja sekarang dalam waktu empat sampai lima tahun, kita sudah kembangkan 1.000 start up baru, padahal untuk itu Iran butuh 10 tahun, kami estimasikan bisa 3.500 itu tercipta," katanya Minggu (17/3).


Selain upaya tersebut, agar pengangguran bisa terus ditekan, pemerintahannya juga akan berupaya menggenjot pelaksanaan program pendidikan kejuruan dan ketrampilan masyarakat. Dengan upaya tersebut, diharapkan para pencari kerja bisa meningkatkan ketrampilan mereka secara gratis.

"Ini adalah janji pemerintah yang akan datang, bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk bisa mandiri," katanya.

Sementara itu Sandiaga Uno, lawn debat Ma'ruf menjanjikan jika ia dan Prabowo Subianto terpilih dalam Pemilihan Presiden 2019, pemerintahannya akan memperbaiki keberpihakan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ia mengatakan UMKM merupakan solusi bagi penciptaan lapangan kerja.

[Gambas:Video CNN]

Meskipun demikian 55 juta UMKM yang ada di Indonesia saat ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. "Padahal 97 persen lapangan kerja yang tercipta berasal dari UMKM," katanyanya.

Sandi mengatakan sudah memiliki program Oke Oce agar UMKM bisa berkembang.

"Oke Oce bisa digunakan untuk mendorong UMKM karena di situ ada pelatihan, pendampingan, pemasaran, akses keuangan, administrasi. Ini akan meningkatkan dunia usaha," katanya

(aud/agt)