Pembangunan Konstruksi Kilang Tuban Paling Cepat 2020

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 06:00 WIB
Pembangunan Konstruksi Kilang Tuban Paling Cepat 2020 Ilustrasi kilang minyak. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) menyatakan pembangunan konstruksi kilang baru di Tuban, Jawa Timur, paling cepat dilakukan tahun depan. Pasalnya, perseroan masih harus menyelesaikan pengadaan lahan sebelum akhirnya melelang pelaksanaan proyek.

"April nanti akan dilakukan general engineering design. Itu kira-kira selesai setahun baru lelang (konstruksi)," ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (4/3).

Ignatius mengungkapkan perseroan saat ini masih menyelesaikan pengadaan lahan dari masyarakat setelah pemerintah menerbitkan izin penatapan lokasi. Sebagai catatan, proyek kilang Tuban rencananya akan dibangun di lahan seluas 800 ha, 384 ha di antaranya berasal dari lahan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.



Ia menjelaskan kilang Tuban dalam proyek New Grass Root Refinery and Petrochemial (NGRR) akan menjadi kilang yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia terbesar milik Pertamina. Pengembangan petrokimia merupakan salah satu upaya perseroan untuk melakukan hilirisasi.

Untuk membangun kilang Tuban, Pertamina melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menggandeng perusahaan asal Rusia Rosneft Oil Company dengan membentuk perusahaan patungan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia.

Berdasarkan kesepakatan awal, Pertamina akan mengambil porsi 55 persen. Sementara, 45 persen sisanya akan ditanggung Rosneft.


"Porsi tersebut mungkin berubah dan dia mungkin membawa mitra lain, istilahnya division, kami juga boleh tetapi sementara porsinya masih sama, kami mayoritas," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur KPI Achmad Fathoni Mahmud memperkirakan produk BBM yang nanti akan dihasilkan NGRR Tuban antara lain bensin sebesar 80 ribu barel per hari (bph), Solar 99 ribu bpjh, dan Avtur 26 ribu bph. Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

[Gambas:Video CNN] (sfr/agi)