Anjlok, Kemenhub Turunkan Tim ke Jalur KRL Jakarta-Bogor

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 00:17 WIB
Anjlok, Kemenhub Turunkan Tim ke Jalur KRL Jakarta-Bogor Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menurunkan tim investigasi pada sejumlah titik di jalur rel kereta Jakarta-Bogor untuk menjadi pijakan perbaikan ke depan. Langkah itu dilakukan setelah insiden KA 1722 rute Jatinegara-Bogor anjlok di Kebon Pedes, Tanah Sereal, Kota Bogor, Minggu (10/3) lalu.

"Anjloknya (kereta) biasanya terjadi karena penurunan dari rel, baik karena longsoran maupun terjadi penurunan di tanah," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senin (18/3).

Jika penyebab kecelakaan terbukti dari penurunan tanah, Kemenhub akan meminta PT KAI selaku induk PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk membuat perbaikan pengawasan terkait mekanisme inspeksi secara rutin. Budi mengungkapkan selain faktor kondisi tanah, kereta anjlok di Bogor kemungkinan juga bisa disebabkan oleh kelalaian masinis maupun masalah kecepatan.


Namun, Budi mengklaim KAI selama ini merupakan salah satu perusahaan pelat merah yang paling teliti terhadap aspek keamanan. "Jadi kalau suatu perusahaan yang begitu teliti masih ada masalah ya kami akan evaluasi," ujarnya.



Budi juga menyinggung soal anggaran kontrak perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian (IMO) yang turun tahun ini. Pihaknya akan melihat dampaknya secara komprehensif terhadap industri kereta api secara menyeluruh.

Hal itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Bila perlu, keuntungan kereta api akan dikurangi atau pemerintah menambah subsidi.

Sebagai catatan, alokasi IMO tahun ini sebesar Rp1,1 triliun atau merosot 15,38 persen dibandingkan tahun lalu. Saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi terkait penyebab anjloknya kereta api. Rekomendasi hasil investigasi itu akan menjadi landasan untuk melakukan tindak lanjut yang lebih intensif.

"Kalau rekomendasi terkait kecepatan kami akan keluarkan regulasi terkait kecepatan. Kalau masinis, ada hal-hal tertentu yang harus diperbaiki oleh KAI," ujarnya.

(sfr/agt)