Berkongsi dengan Damri dan Jakpro, PLN Siap Bangun Empat SPLU

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 10:38 WIB
Berkongsi dengan Damri dan Jakpro, PLN Siap Bangun Empat SPLU Ilustrasi Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). (Dok. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sedang menjajaki kerja sama dengan Perum Damri dan PT Jakarta Properindo (Jakpro) untuk membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Fasilitas ini dibangun untuk mengisi daya bus Damri dan Transjakarta yang akan mengimpor bus bertenaga listrik dari Swedia.

Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Abumanan mengatakan perseroan berencana bekerja sama dengan dua badan usaha itu untuk membangun empat SPLU. Namun, angka tersebut masih tentatif, tergantung kepastian jumlah bus listrik yang dipesan oleh TransJakarta dan Damri.

Untuk Damri, lanjut Djoko, telah mengatakan bus listrik akan melayani penumpang dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta. Namun, rute pastinya masih belum diketahui.


"Nanti stasiunnya tergantung banyak bus dan rute-rute mana saja yang akan dilalui bus tersebut. Kami pun sudah pergi langsung ke Swedia melihat busnya, dan kami rasa itu cukup memungkinkan (untuk dibangun fasilitas SPLU)," terang dia.


Meski masih dalam pembicaraan, ia mengatakan kerja sama ini sudah bisa dilakukan pada tahun ini. Selain masalah jumlah stasiun, saat ini PLN dan dua badan usaha itu juga masih menentukan pihak yang akan melakukan investasi di pembangunan SPLU.

Ia menjelaskan pembangunan satu SPLU diperkirakan bisa menelan dana hingga Rp2 miliar. Biaya yang besar ini lantaran inverter yang digunakan juga memiliki kapasitas jumbo, yakni 200 kilo Volt Ampere (kVA).

Jika fasilitas SPLU dibangun dengan kocek Damri dan Jakpro, maka PLN nanti hanya akan menyediakan listrik. Namun, jika kedua badan usaha ingin PLN yang menjadi investor, maka biaya pengisian listrik bus tersebut akan ditambah dengan biaya belanja modal yang dikeluarkan PLN.


"Kebetulan Damri dan Jakpro ingin PLN yang menyediakan (fasilitas fast charging). Nanti pengembalian biaya investasi SPLU tinggal kami hitung dengan pihak pengguna dan ditambahkan ke biaya listriknya," pungkas Djoko.

SPLU yang akan disediakan bersifat SPLU pengisian cepat (fast charging). Dengan demikian, daya bus berkapasitas baterai ratusan Kilowatt-hour (KWh) bisa dipenuhi dalam durasi menit saja. Ini berbeda dengan fasilitas pengisian daya biasa yang bisa menghabiskan waktu panjang.

"Mereka (Damri dan TransJakarta) akan membawa bus elektrik, sehingga mereka akan kerja sama dengan kami untuk membangun fasilitas SPLU fast charging. Pasalnya, bus seperti ini akan butuh fasilitas charge cepat, jalan lagi, lalu charge cepat, jalan lagi," ujar Djoko, Senin (18/3).

(glh/lav)