BEI Belum Terima Dokumen Resmi IPO Lion Air

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 18:11 WIB
BEI Belum Terima Dokumen Resmi IPO Lion Air Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum menerima dokumen resmi pengajuan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dari maskapai Lion Air. Namun, mereka menyatakan perusahaan itu memang sempat mengikuti master class yang diadakan Bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan kelas itu merupakan fasilitas yang diberikan kepada calon emiten untuk go public. Bursa bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti konsultan sebagai pembicara untuk kelas tersebut.

"Kegiatan ini dirancang untuk menyiapkan tim dari calon emiten untuk melakukan IPO khususnya yang telah memiliki rencana yang matang untuk segera go public," ucap Nyoman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/3).


Kelas itu diadakan pada semester II tahun lalu dengan memberikan materi persiapan IPO secara komprehensif. Nyoman menyebut belum ada tindak lanjut nyata dari Lion Air untuk melantai di Bursa Efek hingga saat ini.


"Dokumen secara resmi belum diterima Bursa. Bursa menyambut baik apabila perseroan segera merealisasikan rencana tersebut," kata Nyoman.

Mengutip Reuters, Kamis (21/3), Lion Air memulai proses IPO dengan target dana mencapai US$1 miliar atau setara Rp14 triliun. Demi merealisasikannya rencana tersebut tahun ini, perusahaan bekerja sama dengan para penasihat keuangan dan penjamin emisi.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Lion Air mengumumkan ingin melepas sahamnya ke publik. Perusahaan sempat menyampaikan rencana IPO pada 2014, lalu diundur pada 2016.

Sayang, rencana itu kembali ditunda saat itu karena mereka melihat kondisi pasar yang lesu.

CNNIndonesia sudah mencoba menghubungi Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro dan Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, tetapi hingga berita ini diturunkan keduanya belum merespons.

[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)