Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan kelas itu merupakan fasilitas yang diberikan kepada calon emiten untuk go public. Bursa bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti konsultan sebagai pembicara untuk kelas tersebut.
"Kegiatan ini dirancang untuk menyiapkan tim dari calon emiten untuk melakukan IPO khususnya yang telah memiliki rencana yang matang untuk segera go public," ucap Nyoman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dokumen secara resmi belum diterima Bursa. Bursa menyambut baik apabila perseroan segera merealisasikan rencana tersebut," kata Nyoman.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Lion Air mengumumkan ingin melepas sahamnya ke publik. Perusahaan sempat menyampaikan rencana IPO pada 2014, lalu diundur pada 2016.
Sayang, rencana itu kembali ditunda saat itu karena mereka melihat kondisi pasar yang lesu.
CNNIndonesia sudah mencoba menghubungi Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro dan Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, tetapi hingga berita ini diturunkan keduanya belum merespons.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)