Jumat Pagi, Rupiah Menguat ke Posisi Rp14.136 per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 08:41 WIB
Jumat Pagi, Rupiah Menguat ke Posisi Rp14.136 per Dolar AS Rupiah berada di posisi Rp14.136 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (22/3) pagi. Rupiah tercatat menguat 0,6 persen dibanding kemarin. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.136 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Jumat (22/3) pagi. Itu berarti, rupiah masih menunjukkan penguatan 0,6 persen dibandingkan penutupan pada Kamis (21/3), yakni Rp14.140 per dolar AS.

Pagi hari ini sejumlah mata uang Asia masih menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,21 persen, yen Jepang menguat 0,07 persen, serta dolar Hong Kong dan baht Thailand yang sama-sama menguat 0,01 persen.

Namun di sisi lain, terdapat pula mata uang yang melemah, seperti ringgit Malaysia sebesar 0,02 persen, dolar Singapura sebesar 0,04 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,14 persen.

Mata uang negara maju, seperti euro dan dolar Australia mengalami pelemahan masing-masing sebesar 0,08 persen dan 0,14 persen. Sementara poundsterling Inggris menguat 0,1 persen.


Meski menguat, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah masih perlu diwaspadai. Sebab, ada sejumlah sentimen yang perlu diperhatikan, meski kemarin dihujani sentimen positif dari keputusan bank sentral AS The Fed dan Bank Indonesia (BI) yang sama-sama menahan suku bunga acuannya.

Salah satunya, sentimen keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau biasa disebut Brexit akan kacau setelah Perdana Menteri Theresa May menguraikan tidak ada pilihan lain selain perjanjian cerai (deal) yang telah dua kali ditolak oleh parlemen, atau Brexit 'tanpa kesepakatan dalam delapan hari' waktu.

Untungnya, ketakutan investor perlahan reda setelah Uni Eropa memberikan tambahan tenggat waktu bagi tenggat Brexit, dari 29 Maret 2019 menjadi 12 April 2019 pada Kamis (21/3) malam.

Selain itu, rupiah juga harus waspada terhadap kenaikan harga minyak. Kemarin, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate sempat menyentuh angka US$60,33 per barel atau angka tertinggi sejak November kemarin.


Ketika harga naik, maka biaya impor komoditas minyak tentu akan lebih mahal, sehingga permintaan akan dolar semakin meningkat.

"Devisa yang 'terbakar' untuk keperluan impor menjadi lebih banyak sehingga menambah tekanan di transaksi berjalan. Rupiah pun punya kesempatan untuk melemah karena pondasi yang kembali rapuh," kata Ibrahim, Jumat (22/3).

Sehingga, ia memproyeksikan rupiah akan ditransaksikan di level penguatan Rp14.090 dan level pelemahan Rp14.157 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

[Gambas:Video CNN]


(glh/bir)