Jokowi Tak Mau RI Terjebak Middle Income Trap

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 10:11 WIB
Jokowi Tak Mau RI Terjebak <i>Middle Income Trap</i> Jokowi mengaku tak ingin RI terjebak menjadi negara berpenghasilan menengah (middle income trap). Karenanya, pembangunan ke depan akan fokus pada SDM. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin Indonesia terjebak menjadi negara berpenghasilan menengah (middle income trap) seperti dialami banyak negara lain. Makanya, ia ingin menggeser strategi pembangunan dengan konsentrasi pembangunan pada Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kita tak mau terjebak pada middle income trap, negara lain banyak yang terjebak, kita tidak seperti mereka," ujarnya ketika menghadiri deklarasi dukungan 10.000 pengusaha kepada Jokowi-Ma'ruf, mengutip Antara, Kamis (21/3) malam.

Ia menyebut bahwa pembangunan infrastruktur tetap akan berjalan. "Namun, pembangunan SDM mutlak dilakukan," terang Jokowi.

Kunci untuk lepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah adalah infrastruktur yang siap, pembangunan SDM secara nyata, dan reformasi struktural, baik kelembagaan maupun penyederhanaan aturan.


"Kalau tiga ini tidak dikerjakan secara konkret, kita akan terjebak pada middle income trap," jelasnya.

Sebab itu, lanjut dia, ke depan pemerintah akan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menjangkau hingga mahasiswa.

Selama ini, hanya ada KIP untuk SD hingga SMA/SMK. Tahun 2019 akan diperluas hingga mahasiswa atau KIP kuliah.

"Akan ada KIP kuliah, anak anak yang tak mampu bisa kuliah di dalam maupun luar negeri," katanya.


Menurut dia, pemerintah juga akan mengeluarkan Kartu Prakerja. Kartu ini diberikan kepada lulusan SMA, SMK, akademi, universitas yang ingin masuk ke dunia kerja.

"Mereka akan kita training dan beri pelatihan, sehingga siap masuk dunia industri. Itu gratis dibiayai negara dan untuk mendorong orang senang masuk kita berikan insentif honor dalam kartu termasuk yang terkena PHK," kata Jokowi.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tantangan Indonesia pada 2020 antara lain adalah naik dari kelompok negara berpenghasilan menengah menjadi kelompok negara berpenghasilan menengah atas.

"Karena masih pada siklus yang sangat awal dalam pembahasan pokok pokok kebijakan ekonomi 2020, jadi kita tadi menyampaikan apa tantangan-tantangan pembangunan kita, umpamanya apa yang sudah dicapai selama ini dan bagaimana Indonesia maju dari middle income country menjadi negara yang upper middle income country," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)