Aprindo Akui Belum Semua Ritel Terapkan Plastik Berbayar

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 14:20 WIB
Aprindo Akui Belum Semua Ritel Terapkan Plastik Berbayar Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengatakan belum semua ritel menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar hingga akhir Maret 2019 ini. Mayoritas pengusaha belum memberlakukan aturan karena masih melakukan persiapan dan sosialisasi.

Wakil Ketua Umum Aprindo yang juga menjabat sebagai Head of Corporate Affairs Yuvlinda Susanta menyebut salah satu yang belum menerapkan, misalnya PT Matahari Department Store Tbk. Menurutnya, perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) baru akan mengimplementasikan kantong plastik berbayar pada 1 April 2019 mendatang.

"Iya karena kan bertahap, tidak langsung sekaligus. Matahari misalnya kan 1 April. Nanti ke depannya akan semakin bertambah lagi," tutur Yuvlinda, Jumat (29/3).


Yuvlinda tak merinci ritel mana saja yang belum memberlakukan kebijakan tersebut. Yang pasti, beberapa persiapan untuk mengenakkan harga pada kantong plastik diklaim tak mudah.


"Kan perusahaan juga harus sosialisasi dulu, edukasi, lalu pelatihan ke kasir," ujar dia.

Sementara itu, ia menyebut lebih dari 50 persen anggota Aprindo telah memberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar. Perusahaan ritel itu, misalnya Alfamart dan Superindo.

"Yang belum kan lagi persiapan. Yah tapi sebagian besar sudah kok, lebih dari 50 persen lah, tidak bisa bilang 90 persen juga," terang dia.

Terkait harga yang diterapkan, lanjut Yuvlinda, berbeda-beda tiap ritel. Masing-masing manajemen memiliki kebijakannya sendiri. Hanya saja, rata-rata di angka minimal yang ditetapkan Aprindo sebesar Rp200 per helai.


"Lotte misalnya itu Rp300 per helai, lalu IKEA juga mahal. Jadi bervariasi. Tapi rata-rata Rp200 per helai, jelas Yuvlinda.

Ia menampik perusahaan berusaha mengambil untung dari penjualan kantong plastik ini. Tiap ritel sudah sepakat untuk berupaya mengurangi penggunaan kantong plastik dengan memberlakukan kantong plastik berbayar.

"Kami lebih fokus sama lingkungan ya," imbuhnya.

Lagipula, pengenaan kantong plastik berbayar ini juga membuat perusahaan mengeluarkan biaya lebih dari biasanya. Biaya itu untuk kebutuhan sosialisasi, edukasi, dan menyiapkan alternatif kantong belanja selain plastik.


"Kami riteler sekarang sudah banyak yang siapkan kardus gratis," jelas dia.

Diketahui, seluruh anggota Aprindo sepakat menerapkan kantong plastik berbayar mulai 1 Maret 2019. Namun, hal itu dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Yuvlinda belum bisa mengatakan berapa persen pengurangan penggunaan kantong plastik berbayar sejak awal Maret kemarin. Ia mengaku asosiasi belum mengevaluasi secara komprehensif. (aud/lav)