Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi inflasi bulan lalu masih dalam kondisi stabil. Maka itu, pelaku pasar akan merespons positif dengan melakukan transaksi beli saham.
"IHSG berpotensi untuk mengakhiri fase konsolidasi sehingga dapat segera mencetak rekor tertinggi sepanjang masanya yang baru dalam beberapa waktu mendatang," papar William dalam risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut William meramalkan IHSG hari ini berada dalam rentang support 6.356 dan resistance 6.498. Beberapa saham yang bisa ditransaksikan, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Sebaliknya, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah berpendapat IHSG justru masih betah di teritori negatif. Masalahnya, pasar saham Indonesia sedang berada dalam tren pelemahan saat ini.
"Diperkirakan IHSG masih bergerak cenderung tertekan pada awal pekan nanti dengan support resistance 6.391-6.500," kata Lanjar melalui risetnya.
Lihat juga:Hampir Stagnan, IHSG Berakhir di Level 6.468 |
Sebagai informasi, IHSG sepanjang pekan lalu terkoreksi tipis 0,87 persen dari level 6.525 ke level 6.468. Akibatnya, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut tertekan 0,86 persen menjadi Rp7.356 triliun dari Rp7.420 triliun. (aud/lav)