"Belum, mereka belum bicara sama kami," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, Selasa (2/4).
Isu ini berhembus sejak Bank Mandiri memaparkan kesiapan untuk mengakuisisi salah satu bank pada 2019. Rencana akuisisi muncul seiring modal inti perusahaan yang berlebihan hingga Rp30 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait dengan langkah akuisisi dan sejenisnya dari bank disetujui sepanjang meningkatkan return on equity (ROE) dan kapasitas usaha juga meningkatkan value of the firm (nilai) perusahaan," ucap Gatot.
Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan Bank Mandiri telah mengajukan penawaran harga saham untuk merealisasikan rencananya mengakuisisi saham Bank Permata. Info yang ia terima, Bank Mandiri menawarkan harga di rentang Rp1.115-Rp1.200 per saham.
"Bank Mandiri dan Morgan Stanley telah merampungkan kajian rencana akuisisi Bank Permata," terang dia.
Kendati begitu, Gatot belum mau membeberkan lebih lanjut mengenai harga yang diajukan oleh Bank Mandiri. Ia menyerahkan hal itu kepada perusahaan. "Saya belum mendengar info terbaru soal usulan harganya," pungkas Gatot.
Sebagai informasi, mayoritas saham Bank Permata digenggam oleh PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered Bank dengan porsi masing-masing sebesar 44,56 persen. Sisanya sebesar 10,88 persen dimiliki oleh publik.