Menhub Minta Boeing Berikan Ganti Rugi ke Korban Lion Air

CNN Indonesia | Sabtu, 06/04/2019 21:10 WIB
Menhub Minta Boeing Berikan Ganti Rugi ke Korban Lion Air Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Boeing memberikan hak kepada maskapai dan keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Lahat, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya bersyukur Boeing sudah menyadari adanya malfungsi dalam produk 737 Max 8 yang menyebabkan Ethiopian Airlines dan Lion Air JT 610 jatuh. 

Oleh karena itulah, setelah pengakuan dibuat ia meminta agar Boeing segera memberikan hak kepada maskapai dan keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh beberapa waktu lalu. 

"Saya bersyukur, Boeing menyadari kesalahan mereka. Nah dengan itu, menunjukkan bahwa apa yang terjadi di Indonesia ini, bukan kesalahan maskapai tapi kesalahan dari pesawat Boeing," ujar Budi saat menyambangi Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu (6/4).


"Dengan adanya pengakuan dari Boeing ini saya mengharapkan adanya suatu hak-hak yang bisa diberikan dari Boeing kepada maskapai atau siapapun mereka yang dirugikan lainnya,"  tambahnya.


Direktur Utama Boeing Dennis Muilenburg sebelumnya menyampaikan meminta maaf atas dua tragedi kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan total 346 orang.

Permintaan maaf muncul sehari setelah laporan awal penyelidikan insiden Ethiopian Airlines mengindikasikan bahwa perangkat lunak anti-stall Boeing, MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) diduga mengalami malfungsi.

Budi menjelaskan, dengan munculnya pengakuan dari Boeing tersebut, pemerintah tidak bisa serta merta melarang maskapai untuk tidak menggunakan produk Boeing tersebut.

"Tidak sampai ke situ [larangan], tapi dilihat kesalahannya apa. Ganti software atau hardware yang ada di pesawat sehingga prima dan bisa digunakan kembali. Tapi nanti lihat, uji cobanya seperti apa. Kami minta rekomendasi dari FAA [Federal Aviation Administration] sebagai otoritas yang merekomendasikan semua hal tentang industri penerbangan di AS," jelas Budi.

Sejauh ini, pihaknya bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak terkait lainnya belum melakukan pembahasan mengenai adanya pengakuan malfungsi perangkat lunak di Boeing 737 Max 8 tersebut.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera melakukan rapat untuk menentukan sikap serta kebijakan yang berhubungan dengan keselamatan transportasi udara. 

[Gambas:Video CNN]


(idz/agt)