Pertama Kali, Pembangkit Listrik di Wilayah Timur Pakai LNG

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 18:13 WIB
Pertama Kali, Pembangkit Listrik di Wilayah Timur Pakai LNG Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Ternate. (Dok. Kementerian ESDM Attachments area).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) bersinergi melakukan uji coba penggunaan gas alam cair dalam tangki portabel (mini LNG Isotank) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 30 MegaWatt (MW) di Ternate, Maluku.

Peresmian dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto pada awal pekan ini.

"Pertama kali sepanjang sejarah Republik Indonesia, menggunakan LNG untuk kelistrikan di Wilayah Indonesia Timur," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (10/4).


Djoko mengungkapkan mini LNG isotank mampu mengalirkan listrik ke lebih dari 160 ribu rumah tangga di wilayah sekitar dalam uji coba tersebut.


Selanjutnya, penggunaan mini LNG isotank juga membuat PLN dapat menghemat Rp150 miliar hingga Rp200 miliar per tahun dibandingkan menggunakan solar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan impor bahan bakar fosil dan mensubstitusi dengan sumber daya domestik.

"Program ini merupakan sinergi BUMN antara Pertamina dan PLN yang dikontrol langsung oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Untuk mengaliri listrik di Papua dan Maluku, PLN banyak menggunakan PLTMG yang merupakan pembangkit yang bisa dipindah-pindah (mobile power plant/MPP). Karakteristik tersebut cocok dengan kondisi Indonesia bagian timur yang jaringan listriknya masih terbatas.

Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga mesin diesel, PLTMG menggunakan gas sebagai bahan bakar untuk memutar turbin yang akan menghasilkan listrik. Jika dibandingkan Solar, bahan bakar gas mengeluarkan emisi lebih rendah.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)