Prabowo Janji Turunkan Tarif Listrik Pelanggan 900 VA

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 19:13 WIB
Prabowo Janji Turunkan Tarif Listrik Pelanggan 900 VA Ilustrasi listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelanggan listrik rumah tangga golongan 900 Volt-Ampere (VA) nonsubsidi akan menjadi sasaran utama penurunan tarif listrik yang akan dilakukan Prabowo Subianto jika ia terpilih menjadi presiden 2019 hingga 2024 mendatang.

Rencananya, penurunan ini bisa langsung dilakukan hanya dalam jangka waktu 100 hari pertama saat bekerja sebagai kepala negara.

Dengan kata lain, sebanyak 21 juta rumah tangga pengguna listrik dengan daya 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) akan menikmati penurunan tarif jika Prabowo berkuasa nantinya.


Anggota Tim Ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Anthony Budiawan mengatakan golongan ini diutamakan terlebih dulu mengingat tak semua pelanggan 900 VA-RTM benar-benar merupakan golongan masyarakat mampu. Menurut survei langsung yang dilakukan BPN, pelanggan golongan tersebut masih keberatan jika tarifnya disamakan dengan tarif golongan 1.300 VA ke atas.


"Jadi yang itu diturunkan saja, agar mereka mampu untuk membayar listrik. Kurang lebih begitu," ujar Anthony, Rabu (10/4).

Rencananya, tarif golongan listrik 900 VA nonsubsidi akan diturunkan ke masa sebelum Joko Widodo. Menilik data PT PLN (Persero), tarif listrik rumah tangga 900 VA pada 1 November 2014 tercatat Rp605 per Kilowatt-hour (KWh), sementara tarif listrik bagi golongan 900 VA nonsubsidi saat ini di angka Rp1.352 per KWh.

Artinya, pelanggan listrik golongan tarif 900 VA-RTM nanti bisa mendapatkan pemangkasan tarif mencapai setengahnya.

Pada tahap awal, lanjut Anthony, penurunan tarif akan dilakukan dengan memberikan subsidi kepada PLN. Namun dalam jangka panjang, pemerintahan Prabowo nanti akan meninjau ruang efisiensi yang bisa dilakukan PLN.


"Setidaknya kami akan kembalikan tarif ke awal pemerintahan yang sekarang lah. Konsekuensinya mungkin PLN rugi, tapi tentu harus diberikan subsidi. Tapi kemudian harus dilihat bagaimana PLN bisa efisien sehingga subsidinya bisa dikurangi," papar dia.

Ia menambahkan penurunan tarif listrik adalah perkara yang mudah, mengingat itu murni keputusan politis (political will). "Ya kalau itu (lakukan dalam 100 hari) itu gampang saja sih," papar dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)