Saran Sri Mulyani untuk Bos Baru Bank Dunia

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 19:58 WIB
Saran Sri Mulyani untuk Bos Baru Bank Dunia Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan agar Presiden Grup Bank Dunia yang baru terpilih David Malpass terus memperbarui pengetahuannya terkait lembaga multilateral tersebut. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sejumlah saran kepada Presiden Grup Bank Dunia yang baru terpilih David Malpass. Salah satunya, Malpass diharapkan memiliki konsen atau isu tertentu yang menjadi perhatian.

Menurut Sri Mulyani, pada masa kepemimpinan Zoellick, ada isu spesifik yang menjadi perhatian yaitu korupsi dan transparansi data. Demikian pula pada masa kepemimpinan Jim Kim yang isu sumber daya manusia dan perubahan iklim.

"Mungkin di era Malpass, dia akan lebih concern pada koefisien gini (kesenjangan ekonomi), inequality (ketidaksetaraan), kebijakan bagaimana negara bisa berkembang optimal dengan intervensi minimal", ujar Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam salah satu seminar Bank Dunia di Washington DC, seperti dikutip dari Keterangan Resmi, Jumat (12/4).


Malpass, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, harus memperbarui pengetahuannya terkait lembaga yang dipimpinnya itu. Meski pernah terlibat dalam kenaikan modal Bank Dunia pada 2018, menurut dia, kondisi lembaga tersebut kini sudah jauh berubah.


Bank Dunia, menurut dia, telah melakukan reformasi sehingga lebih gesit dan responsif dalam merespon isu korupsi dan demokratisasi data.

"Beliau telah terlibat dalam kenaikan modal Bank Dunia pada tahun 1980 dan pengetahuannya harus ditingkatkan. Bank Dunia telah banyak berubah dalam proses bisnis dan berbagai hal," terang dia.

Selain itu, ia juga berharap Malpass memiliki perhatian untuk menyelesaikan isu atau program setiap negara termasuk negara kecil, negara miskin, rentan, dan negara kepulauan.

"Yang harus dilakukan adalah memastikan bagaimana operasi Bank Dunia ke sebuah negara atau bagaimana janji Bank Dunia kepada negara terkait peningkatan modal kepada semua negara," ungkapnya.


Sri Mulyani juga berpesan Bank Dunia harus punya keunggulan kompetitif dibanding lembaga lain. Bank Dunia, menurut dia. harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan negara-negara kliennya untuk dapat berkembang.

"Sebagai klien saya seharusnya bisa bertanya misal ketika akan melakukan reformasi pajak. Seperti apa best lesson-nya. Kemudian social safety nett, apa yang harus saya lakukan dan best practice negara mana yang harus saya ikuti?," jelas dia.

Ia juga menekankan tiga hal utama yang perlu dijaga oleh Bank Dunia yaitu tata kelola, model bisnis, dan sumber daya. "Kalau tidak konsisten dengan tata kelola, model bisnis model dan sumber daya, maka akan sulit dalam mencapai tujuan. Tiga hal ini yang utama harus dilakukan oleh Bank Dunia," pungkasnya. (agi/agi)