Mentan Minta Produsen Traktor Siapkan Penggunaan B100

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 14:07 WIB
Mentan Minta Produsen Traktor Siapkan Penggunaan B100 Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta produsen traktor menyiapkan produknya untuk menggunakan biodiesel berbasis kelapa sawit 100 persen (B100). (Dok. Kementan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta produsen traktor menyiapkan produknya untuk menggunakan biodiesel berbasis kelapa sawit 100 persen (B100). Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menggantikan penggunaan bahan bakar fosil menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

"Kami sudah minta pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian agar yang memproduksi traktor roda dua, roda empat, menyesuaikan (produk) dari sekarang bahwa yang digunakan ke depan adalah B100," ujar Amran dalam peluncuran uji coba B100 di kantornya, Senin (15/4).

Amran berharap produsen traktor maupun alat pertanian bermesin diesel mulai menyiapkan produknya tahun ini. Amran meyakini B100 adalah energi masa depan bagi Indonesia.


Saat ini, Kementan tengah melakukan uji coba penggunaan B100 terhadap 50 mobil penumpang dan sejumlah peralatan pertanian, seperti traktor. Uji coba diperkirakan akan memakan waktu satu hingga dua tahun.


Sebelumnya, Kementan juga telah melakukan uji coba hasil olahan minyak kelapa sawit mentah (CPO) itu terhadap lima unit kendaraan. Kendaraan-kendaraan tersebut saat ini telah menempuh jarak 6 ribu km menggunakan B100.

Amran mengatakan uji coba cukup memuaskan karena kendaraan yang menggunakan b100 tidak mengalami gangguan mesin.

Berdasarkan uji coba tersebut, penggunaan B100 dinyatakan lebih efisien. Pasalnya, 1 liter B100 dapat menempuh jarak 13,1 km atau lebih panjang dibandingkan 1 liter Solar yang hanya mampu menempuh 9,6 km.

Adapun harga jual B100 diperkirakan Amran berkisar Rp8.400 per liter. Jika pelaksanaan Program B100, Amran meyakini Indonesia dapat menghemat cadangan bahan bakar fosil domestik.

Karena dapat mengurangi impor Solar, pemerintah juga bisa menghemat devisa negara. Selain itu, kesejahteraan petani juga akan meningkat karena harga kelapa sawit akan terdongkrak di pasaran.

[Gambas:Video CNN]
(sfr/agt)