India Belum Cairkan Dana Darurat, Jet Airways Menuju Bangkrut

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 05:19 WIB
India Belum Cairkan Dana Darurat, Jet Airways Menuju Bangkrut Ilustrasi Jet Airways. (AFP PHOTO/Sam Panthaky).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemberi pinjaman Jet Airways mengaku akan melakukan pertemuan untuk mengambil keputusan terkait penyelamatan maskapai penerbangan terbesar kedua di India itu. Pertemuan akan membahas dicairkan atau tidaknya dana darurat untuk Jet Airways.

Mengutip AFP, Senin (15/4), Jet Airways membuat ribuan penumpangnya terlantar dalam beberapa hari terakhir ini. Alasannya, perusahaan terlilit utang lebih dari US$1 miliar dan tidak mampu membayar tagihan operasional untuk menerbangkan penumpangnya.

Saat ini, hanya tersisa tujuh pesawat Jet Airways yang bisa beroperasi setelah puluhan lainnya disita oleh kreditur. Pilot, insinyur, dan staf darat perusahaan maskapai terbang tersebut mengaku belum digaji selama tiga bulan terakhir.

Mereka mengancam mogok jika dana darurat tidak dicairkan. Sebelumnya, mereka berencana mogok pada hari ini, namun aksi tersebut ditunda mengingat kreditur akan melakukan pertemuan dengan manajemen. Karenanya, hasil pertemuan akan menjadi penentu.


Kreditur Jet Airways merupakan konsorsium bank-bank BUMN India di bawah pimpinan State Bank of India (SBI). Mereka menjanjikan memberikan US$218 juta dana darurat sebagai bagian dari rencana penyelesaian utang.

Namun, sampai saat ini, sebagian besar dana belum juga dicairkan dan Jet Airways di bawah tekanan menuju ambang kehancuran.

Perusahaan maskapai ini bahkan telah menangguhkan penumpang seluruh penerbangan internasional, termasuk ke Eropa dan Amerika Utara.

Perusahaan yang bermarkas di Mumbai diketahui gagal membayar pinjaman dan membayar gaji staf mereka.


Sebelumnya, SBI berencana mencari pembeli Jet Airways setelah dana darurat cair. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan terlewati, SBI belum juga menerima pinangan mitra yang mau mengakuisisi 75 persen saham perusahaan penerbangan tersebut.

Padahal, sebelumnya beredar kabar Etihad Airways, pemegang 24 persen saham Jet Airways, menyatakan minat untuk membeli saham pengendali.


(AFP/bir)